Minggu, 25 November 2012

Mendobrak Kebisuan dengan Keberanian

Bagaimana kita bisa mencintai sesama kalau kita diam. Kalau kita diam dan merasakan diri kita NETRAL, nggak berbuat apa-apa, maka sebetulnya secara tidak langsung kita telah ikut menindas rakyat. Karena dengan diam, kita menopang kekuasaan.

Dalam masyarakat yang diam sebetulnya hal yang paling utama untuk dilakukan adalah mendobrak kediaman/kebisuan dengan contoh-contoh keberanian. Dan yang terpenting ditunjukkan adalah mengajarkan keberanian.

- Pius Lustrilanang, "Menolak Bungkam" -

Jumat, 16 November 2012

Nasihat untuk Seorang Pemimpin

Kisah ini diambil dalam Buku "Agar Allah Selalu Memberi Jalan Keluar" karya Abu Firly Bassam Thaqiy

Adalah Ali Syaqiq bin Ibrahim Al Azdi yang hidup di daerah Balkh pada kurun abad ke 8 M. Selain berdagang, ia ikut berperang juga di medan jihad.

Suatu waktu, ia menunaikan ibadah haji ke Makkah. Dalam perjalanannya ke Ka'bah dia singgah di Baghdad dan bertemu dengan Khalifah Harun Al-Rasyid di Istana Raja.

"Wahai Syaqiq, berilah aku nasihat!" sahut Khalifah. Syaqiq pun mulai memberikan nasihatnya.

"Allah Yang Maha Besar telah memberimu kedudukan Abu Bakar dan Dia menghendaki kesetiaan darimu. Allah memberimu kedudukan Umar yang dapat membedakan kebenaran dan kepalsuan, maka Dia menghendaki hal yang sama darimu. Allah memberimu kedudukan Utsman yang memiliki kesederhanaan dan kemuliaan. Allahpun juga memberimu kedudukan Ali yang Dia berkahi dengan kebijaksanaan dan sikap adil, maka bijaksana dan adillah"

Khalifah tampak sungguh-sungguh mendengarkan uraian Syaqiq; Lanjutkan," pinta sang khalifah.

"Allah mempunyai tempat yang diberi nama neraka. Ia mengangkatmu menjadi penjaganya dan mempersenjataimu dengan 3 hal, kekayaan, pedang dan cemeti untuk mengusir mereka dari neraka. Jika ada yang datang meminta pertolonganmu, janganlah bersikap kikir (kekayaan). Jika ada yang menentang perintah Allah, perbaikilah dirinya dengan cemeti. Dan jika ada yang membunuh saudaranya, tuntutlah pembalasan yang adil dengan pedang itu," lanjut Syaqiq.

"Tambah lagi," desak Raja Harun Al Rasyid.

"Engkau adalah sebuah telaga dan anak buahmu adalah anak sungainya. Apabila telaga itu airnya bening, maka niscaya tidak akan keruh anak-anak sungai itu. Namun apabila telaga itu keruh, bagaimana mungkin anak-anak sungai akan bening?"

"Teruskan," seru Raja Harun Al Rasyid penasaran.

"Seandainya engkau hampir mati kehausan di tengah padang pasir dan pada saat itu ada seseorang menawarkan segelas air, berapakah harga yang berani engkau bayarkan untuk mendapatkan air itu?" tanya Syaqiq kepada Raja Harun Al Rasyid.

"Aku akan memberikan setengah dari kerajaanku," jawab sang Khalifah dengan mantap.

"Kemudian andaikan pula air yang telah engkau minum itu tidak dapat keluar dari tubuhmu sehingga engkau terancam binasa, maukah engkau menyerahkan kerajaanmu yang separuhnya lagi untuk mendapatkan kesembuhan?" tanya Syaqiq lebih lanjut.

"Akan kuterima tawaran itu," tegas Raja Harun Al Rasyid.

"Maka mengapa engkau membanggakan diri dengan sebuah kerajaan yang harganya hanya segelas air yang engkau minum lantas engkau keluarkan lagi?"

Mendengar nasihat itu, khalifah pun menangis. Tak lama kemudian, ia melepas kepergian Syaqiq dengan penuh kehormatan



Rabu, 07 November 2012

Video 19th

Thanks buat temen2 yang udh ngucapin, baik yg ada di Video ini maupun yg tidak... Semoga doa temen2 terkabul dan segala yang baik-baik itu kembali ke temen2 juga yaaa :D #terharu hehe

Kamis, 25 Oktober 2012

P.E.M.U.D.A (Refleksi Hari Sumpah Pemuda)



Tulisan ini dimuat di Harian Seputar Indonesia edisi 29 Oktober 2012 :


“Ibarat Matahari,maka Pemuda bagaikan Matahari yang Bersinar tepat Pukul 12 Siang, dimana Matahari sedang dalam panas dan teriknya yang sangat...”
            Begitulah ungkapan dari seorang Ulama Islam,Dr.Yusuf Qardhawi,yang menggambarkan makna pemuda.Beliau mengatakan bahwa Pemuda yang kalau diibaratkan dengan matahari, maka”sinar”nya sama dengan sinar matahari pada pukul 12 siang,yang sangat panas dan terik.Makna sinar disini dapat kita definisikan secara sederhana dengan kata semangat.Semangat seseorang pemuda memang bak gelombang air laut yang tak pernah berhenti.
Sekilas Tentang Pemuda dan Sejarah Perjalanan Bangsa
            Berbicara tentang pemuda dan kaitannya dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia,ada 2 (dua) momentum penting dimana peran pemuda sangat mendominasi.Pertama adalah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.Peristiwa Sumpah Pemuda ini menjadi tonggak awal bangkitnya gerakan pemuda untuk melawan penjajah.Dengan sumpah pemuda,semangat pemuda yang awalnya bersifat kedaerahan berubah menjadi semangat persatuan dan kesatuan.
            Peristiwa kedua adalah ketika runtuhnya rezim orde baru tahun 1998.Ketika itu, gelombang aksi massa besar-besaran yang dimotori kalangan mahasiswa (pemuda) mengepung Gedung DPR/MPR dan berakhir ketika Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya setelah berkuasa selama 32 tahun.Mahasiswa pun menyambut era reformasi dengan penuh harap akan pemerintahan yang lebih baik dan kondusif.Dua peristiwa penting tersebut telah menjadi bukti betapa semangat pemuda yang begitu menggebu-gebu telah membawa bangsa kepada sebuah perubahan.
Pemuda Indonesia Masa Kini
Indonesia adalah bangsa yang besar.Bangsa yang memiliki SDM dan SDA yang melimpah.Kebebasan berpendapat dan berekspresi juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan bangsa di era reformasi ini. Namun,nyatanya,permasalahan krusial seperti korupsi,kemiskinan dan kriminalitas masih belum bisa “menghilangkan dirinya” dari headline-headline surat kabar di negeri kita.Pun juga dengan banyaknya utang negara dan mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan bangsa tersebut,butuh pemikiran-pemikiran baru yang kreatif dan solutif.Oleh karenanya, kita berharap muncul pemuda yang tampil di depan sebagai bagian dari representasi golongan masyarakat yang memiliki idealisme.Karena,keberhasilan perjalanan bangsa sangat ditentukan oleh keberhasilan para pemudanya dalam  mempersiapkan diri  secara mental maupun intelektualitas.
Bagaimana mewujudkan hal itu?Paling tidak ada 6 (enam) prinsip yang harus dimiliki oleh  seorang pemuda, yaitu:
1.      Peduli. Artinya,jadilah pemuda yang peduli. Peduli terhadap lingkungan sekitar, baik itu lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
2.      Empati.Artinya,jadilah pemuda yang memiliki sifat empati.Yang mampu memposisikan diri dalam keadaan   yang sama dengan orang-orang disekitarnya.
3.      Merakyat.Artinya,jadilah pemuda yang merakyat.Pastikan setiap gerak langkah dan tindakan yang kita lakukan sebagai seorang pemuda, adalah demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat semata.
4.      Unik.Artinya,jadilah seorang pemuda yang unik.Karena dalam membangun bangsa yang unik ini,dibutuhkan juga pemuda yang unik,unik dalam berpikir dan berprilaku.
5.      Dipercaya.Artinya,jadilah seorang pemuda yang dapat dipercaya.Dipercaya untuk mengemban amanah membawa perubahan untuk bangsa.
6.      Aktif.Artinya,jadilah pemuda yang aktif. Aktif dalam berbagai kegiatan seperti dalam berbagai kegiatan sosial.
 “Bukankah seorang pemuda yang hebat adalah pemuda yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam  memperjuangkan kepentingan rakyat?
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA

Jumat, 19 Oktober 2012

Yes, 17 Oktober 2012

Alhamdulillah, 19 Tahun sudah gue terlahir di dunia ini. Ya, 19 tahun ! Bukan 16 atau 17 tahun ya (seperti yang kebanyakan orang mengira umur gue sekarang hahaha :p) 

di Ulang Tahun gue yang ke 19 ini, yang bertepatan juga sama acara Simposium Hukum Nasional 2012 gue mau ngucapin makasih banyak buat :

- Allah Swt, atas anugerah dan karunia-Nya sampai saat ini. 
- Orang Tua dan Keluarga atas seluruh perhatian dan kasih sayang selama ini
- Temen-temen SD, SMP, SMA, Kuliah dan semuanya yang udah ngucapin + ngasi doanya buat gue.

- Dan...... Special buat Ghozi, Egi, Harga, Pahmi, Mput, Athun, Asma, Muthi, Camila, Tita, Iffah yang udah ngeluangin waktu di hari Rabu sore jam 4 di Perpus Pusat buat ngasi  birthday cake-nya. Makasih ya guys, gak bakalan lupa sama yg ini :)

 





Senin, 01 Oktober 2012

Nasihat Imam Syafi'i kepada Para Pengembara Ilmu

" Berangkatlah, niscaya engkau akan mendapatkan ganti dari semua yang engkau tinggalkan. Bersusah payahlah, sebab kenikmatan hidup diperoleh dengan kerja keras. Ketika air mengalir, ia akan menjadi jernih dan ketika berhenti ia akan menjadi keruh. Sebagaimana anak panah, jika tidak meninggalkan busurnya tak akan mengenai sasaran. Biji emas yang belym diolah sama dengan debu di tempatnya. "

Jumat, 24 Agustus 2012

Pahlawan dan Kemerdekaan




Bulan Agustus merupakan salah satu bulan yang dinanti-nantikan oleh segenap bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan pada bulan Agustus, tepatnya tanggal 17, bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan tiap tahunnya. Hari dimana segenap bangsa meluapkan sukacitanya, mengenang sejarah perjuangan bangsa dan memaknainya dengan upacara-upacara dan perlombaan di kampung-kampung.

Berbicara mengenai kemerdekaan, tidak afdhol rasanya kalau kita tidak berbicara pula mengenai pahlawan. Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, banyak sekali pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Mereka telah mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk melawan penjajah. Sebut saja Teuku Umar di Aceh, Tuanku Imam Bonjol di Padang, Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah, Pangeran Antasari di Banjar, Sultan Hasanuddin di Makassar, Pattimura di Ambon dan ribuan bahkan jutaan pahlawan lagi yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Namun, pahlawan itu tidak hanya dimaknai secara sempit seperti halnya ulasan diatas. Seiring usia yang makin dewasa ini, perkembangan pemikiran kitapun juga tumbuh. Pahlawan-pahlawan dalam hidup kita terus menerus bermunculan dan tidak lagi hanya sebatas pahlawan nasional yang gugur di medan perang saja, namun juga apa yang disebut dengan "Pahlawan Masa Kini". Sebagai contoh, sejak awal kehidupan yang kita jalani, kita sudah diperkenalkan tentang makna kepahlawanan itu sendiri. Ketika kita menginjak masa sekolah, kita mulai berkenalan dengan sosok "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa", yaitu Bapak dan Ibu Guru kita. Dalam mengajar dan membimbing kita, mereka sejatinya tidak meminta imbalan apapun dari kita. Mereka telah mengajarkan kita bagaimana menulis dan membaca. Merekalah yang pada hakikatnya telah membebaskan kita dari belenggu kebodohan. Contoh lain adalah ketika kita mulai bersosialisasi dengan masyarakat, kita seringkali menjumpai makna pahlawan yang lain seperti seorang tetangga yang membantu kita ketika mengalami kesusahan. Dan masih banyak lagi contoh pahlawan masa kini yang terus menerus mengisi kehidupan kita.

Dalam menghadapi situasi dan kondisi yang serba global seperti sekarang ini, tentu saja kita berharap munculnya banyak pahlawan dalam segala bidang. Apakah itu pahlawan di bidang ekonomi, di bidang politik, ataupun di bidang-bidang lainnya. Dalam artian, bangsa Indonesia sedang membutuhkan banyak pahlawan, yaitu pahlawan yang mampu mewujudkan Indonesia yang aman,tenteram dan sejahtera. Kita mungkin bisa mencatat, bahwa tindakan terorisme masih menghantui negara kita, dalam hal ini Indonesia butuh pahlawan yang berani untuk menangkap pelakunya. Pun juga Indonesia saat ini masih digerayangi dengan tindakan korupsi para penguasa, dalam hal ini Indonesia butuh pahlawan yang berani untuk memberantas korupsi tersebut.

.....

Kepahlawanan ternyata tidak hanya berhenti sampai disana. Dalam mengisi kemerdekaanpun, kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah orang yang gagah berani menentang kedzaliman penguasa? Bukankah hakikat kepahlawanan adalah sifat keperkasaan,kerelaan berkorban, dan kekesatriaan seseorang dalam memperjuangkan hak-haknya? 

Oleh karenanya, setiap orang haruslah berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, momentum Hari Kemerdekaan yang diperingati di bulan Agustus ini marilah kita jadikan sebagai acuan untuk tidak hanya memperingati jasa-jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan kita, namun juga kita jadikan sebagai momentum untuk bertanya pada diri kita bahwa : Apakah kita telah mempersiapkan diri kita untuk mengembangkan potensi diri di bidang masing-masing dalam mengisi kemerdekaan?

Semoga kita semua adalah bagian daripada orang-orang yang mempersiapkan diri menjadi pahlawan yang sesungguhnya, yakni Pahlawan yang mampu memberikan kontribusinya untuk bangsa.

Salam Kemerdekaan. Dirgahayu RI ke 67. Jayalah Negeriku, Jayalah Bangsaku !!!

Rabu, 25 Juli 2012

Menanti Pemimpin Baru Indonesia 2014





Tulisan ini terbit di Harian Seputar Indonesia Edisi 19 Januari 2013. 


Masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  sudah lebih dari separuh jalan. Itu artinya kurang lebih 1 tahun lagi, proses pergantian kepemimpinan eksekutif di negara kita akan segera berlangsung melalui Pemilihan Presiden (Pilpres). Pilpres tahun 2014 mendatang akan menjadi Pilpres ketiga sepanjang sejarah reformasi di negara kita.

Yang menarik ditunggu dari Pilpres 2014 mendatang adalah akan munculnya pemimpin baru Indonesia. Hal ini dikarenakan, SBY yang saat ini menjabat sebagai Presiden tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai Presiden 2014. SBY terbentur dengan aturan konstitusi kita yang menyebutkan bahwa seorang Presiden tidak dapat mencalonkan diri lagi setelah melalui 2 (dua) periode kepemimpinan. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa Presiden Indonesia 2014 adalah wajah baru. 

Oleh karenanya, tidak bisa dipungkiri, bahwa tahun 2013 ini akan menjadi tahun dimana akan banyak bermunculan tokoh-tokoh, baik dikenal luas ataupun tidak oleh masyarakat, untuk mendeklarasikan dirinya sebagai calon Presiden RI  2014. Akhir-akhir ini, sudah mulai bermunculan tokoh-tokoh yang mendeklarasikan dirinya sebagai Capres 2014, seperti Aburizal Bakrie, Rhoma Irama, dan sederet nama lainnya. Menarik untuk ditunggu bagaimana kemudian para calon Presiden yang sudah mendeklarasikan dirinya ini ataupun yang nantinya akan mendeklarasikan dirinya, dalam melakukan aktivitas politiknya di Tahun 2013 ini. Sudah barang pasti, tahun 2013 ini, mereka akan mulai menjual sederet program yang pro rakyat dan tentu saja : Menjanjikan Perubahan !

Tapi diluar semua itu, ada 2 (dua)  hal yang patut diperhatikan menyambut tahun 2013 ini.
Pertama adalah bagaimana mekanisme partai-partai politik yang ada dalam menjaring Calon Presiden yang akan mereka usung. Saat ini,  sangat disayangkan bahwa masih banyak Parpol yang terjebak dalam “kerajaan elit” sehingga partai hanya dikuasai oleh sebagian kalangan saja yakni kalangan elit partai. Hal ini mengakibatkan calon-calon presiden yang ada hanya didasarkan pada apakah dia seorang elit partai atau tidak. Padahal, kepemimpinan nasional membutuhkan seorang Presiden yang berkualitas dan mampu menjalankan roda pemerintahan dengan integritas dan profesionalitas yang tinggi. Bukan tidak mungkin, calon presiden yang terbaik bisa saja berasal dari luar kalangan elit partai. Oleh karenanya, sebelum benar-benar memasuki tahun 2014, tahun 2013 ini merupakan suatu momentum yang sangat tepat bagi partai-partai politik untuk melakukan pembenahan pada sistem penentuan Capres yang akan diusung agar pada akhirnya nanti dapat terjaring calon-calon Presiden RI yang berkualitas.

Kedua adalah pesan terhadap seluruh bangsa Indonesia. Tahun 2013 ini haruslah kita jadikan momentum untuk mulai melihat kapabilitas para Capres. Marilah mulai hari ini, kita mencoba untuk melihat track record para capres tersebut, agar jangan sampai pada saat Pilpres 2014, kita menjadi pemilih yang asal pilih, tanpa mempertimbangkan kualitas dan track record para calon.

Semoga tahun 2013 ini menjadi tangga awal yang baik bagi parpol, masyarakat dan capres itu sendiri dalam menghadapi tahun politik, 2014. Selamat Menanti !



Minggu, 08 Juli 2012

Sosialisasi Pilkada DKI Anti Politik Uang


Hari ini Kastrat BEM FHUI dengan BEM UI dan beberapa BEM Fakultas mengadakan "Sosialisasi Pilkada DKI Anti Politik Uang" di RW 12 Kelurahan Manggarai Jakarta Selatan. Anak-anak bem FHUI yang berkesempatan ikut acara ini ada Bang Ali (Ketua BEM), Bang Alldo (Wa.Ka.BEM) , Mba Lita (Korbid Sospol) , Bang Rozi (Kadep.Kastrat) dan 3 orang Staf Kastrat : Gue, Gery dan Muthi. Total yang ikut acara ini jumlahnya 18 orang. Lumayan banyak lah .... Awalnya aktivitas ini dijarkomin kumpul di Stasiun UI jam 8 lalu kemudian berangkat bareng-bareng. Tapi karena satu dan lain hal, kami berangkat dari Stasiun UI tepat pukul 10 (telatnya parah, hehe).

Acara ini merupakan bentuk partisipasi Mahasiswa UI dalam melakukan Sosialisasi Pilkada DKI kepada masyarakat Jakarta. Apa yang kami sampaikan? Sederhana saja, dan bahkan tidak banyak yang kami ingin sampaikan, tapi kalau boleh saya ringkas,ada 3 poin penting yang menjadi tujuan kami, yaitu :
1. Mengingatkan kepada warga untuk menggunakan Hak Pilihnya dan datang ke TPS.
2. Mengingatkan kepada warga untuk datang di hari Rabu 11 Juli 2012, pukul 07.00-13.00 di TPS terdekat
3. dan Mengingatkan kepada warga agar jangan sampai terjadi politik uang dalam Pilkada  DKI.

Oke, perjalanan 30 menit kereta membawa kami sampai di Stasiun Manggarai. Setelah itu, kamipun beranjak langsung menuju ke Kantor RW 12 untuk briefing awal acara dengan Perwakilan RW. Jaraknya dengan St. Manggarai ya kurang lebih 1 km lah. Briefingpun dimulai. Menurut Pak RW, ada beberapa kendala yang dihadapi, satu diantaranya adalah adanya salah satu RT yang tidak mengizinkan mahasiswa melakukan sosialisasi, karena mengingat hari ini adalah "Hari Tenang" , yaitu hari dimana tidak boleh ada satupun acara yang ada hubungannya dengan Pilkada. Namun, pihak mahasiswa berdalih bahwa acara ini bukanlah bagian dari kampanya salah satu calon, tetapi bagian dari partisipasi mahasiswa untuk mensosialisasikan acara Pilkada DKI. Bahkan, bisa jadi acara ini membantu meringankan pihak kelurahan dalam pelaksanaan sosialisasi acara. Setelah lama bernegosiasi, maka akhirnya diputuskanlah untuk tetap melanjutkan acara, sesuai dengan izin Pihak RW juga.

Semangat dan Ceria ! 2 kata itu yang menggambarkan pasukan mahasiswa UI dalam sosialisasi ini. Karena di wilayah RW 12 ini ada 10 RT, maka dimulailah dengan pembagian kelompok. . Saya kebetulan ada di Kelompok 1 bersama dengan 5 orang lainnya. Kamipun berpencar sesuai kelompok masing-masing. Kamipun menghampiri warga ataupun kerumunan warga. Kami menjelaskan tentang Pilkada DKI sesuai dengan tujuan awal kita, namun diawali dengan berbincang soal keluhan maupun aspirasi warga yang tak tersampaikan selama ini. Warga terlihat antusias menyampaikan keluh kesahnya maupun harapan-harapannya untuk gubernur terpilih. Sebagian besar keinginan mereka adalah adanya sekolah dan pelayanan kesehatan Gratis. Karena bagi mereka 2 hal itulah yang sangat penting untuk menjami keberlangsungan hidup. Selain itu, jelas tentang kemacetan dan kemiskinan warga ibukota menjadi topik hangat perbincangan kami dengan warga Manggarai.

Tepat pukul 12 lewat, karena sudah seluruh bagian RW 12 telah terjamah oleh kami, kamipun memutuskan untuk berhenti sosialisasi dan kumpul kembali di Kantor RW sembari melakukan Shalat Dhuhur dan dilanjutkan dengan briefing akhir plus pamitan.

Intinya, acara sosialisasi ini mungkin tidak mencakup wilayah yang luas, hanya sebagian kecil dari wilayah DKI Jakarta. Namun, paling tidak, ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu melakukan diskusi publik, seminar, dan lain-lain, tapi juga turun langsung melakukan kegiatan kongkrit di lapangan. Semoga sosialisasi ini bermanfaat untuk Jakarta yang lebih baik. Karena Jakarta butuh pemimpin yang solutif dan merakyat.  #UIuntukJakarta.

Salam Mahasiswa !

Jumat, 06 Juli 2012

Do'a Kita Tidak Diterima? Tanya Kenapa?

Suatu hari, seorang Ulama besar di Kota Bashrah, bernama Ibrahim bin Adam berjalan di sekitar pasar kota tempat tinggalnya. Setelah lama mengelilingi pasar tersebut, sampailah beliau pada suatu kerumunan dimana kerumunan itu terdapat banyak sekali penduduk yang sedih, gelisah dan wajahnya penuh dengan tanda tanya. 

Seketika itu, Ibrahim bin Adam pun mendekati kerumunan itu dan angkat bicara. "Ada apa gerangan kalian terlihat sedih dan gelisah?."kata Ibrahim bin Adam. "Yaa Abu Ishak (panggilan penduduk terhadap Ibrahim bin Adam), saat ini kami tengah dilanda kesusahan, kelaparan dan banyak masalah lainnya. Kenapa ketika kami berdo'a kepada Allah Swt, do'a kami tidak dikabulkan? Padahal Allah Swt, berfirman di dalam Al-Qur'an Surah Al-Mu'min ayat 60 yang artinya : Berdoalah kepada-Ku, maka niscaya akan Aku perkenankan (kabulkan). Bagaimana itu bisa terjadi Yaa Abu Ishak?"timpal salah seorang penduduk.



Mendengar pertanyaan itu, Ibrahim bin Adam kemudian menjelaskan kepada penduduk tentang apa yang menyebabkan do'a tidak dikabulkan oleh Allah Swt. Menurut Ibrahim bin Adam, do'a tidak dikabulkan dikarenakan hati manusia sudah "mati". Mati dalam artian sudah tidak ada lagi keterikatan dan hubungan yang kuat antara hati manusia dengan Allah Swt, Sang Pencipta. Apa sesungguhnya yang menyebabkan hati manusia mati dan kemudian do'apun tidak dikabulkan? Menurut Ibrahim bin Adam, ada 5 perkara yang menyebabkan hal tersebut :

1. Kita mengakui keesaan Allah, namun kita tidak memenuhi hak-hak Allah untuk disembah.
2. Kita rajin membaca Al-Quran, namun sifat dan prilaku kita belum mencerminkan apa yang ada dalam Al-
    Quran. 
3. Kita cinta kepada Nabi Muhammad Saw, namun kita meninggalakan pola prilaku & sunnah-sunnah Beliau
4. Kita selalu menyatakan bahwa kita ingin masuk surga, namun prilaku dan keseharian kita justru 
    bertentangan dengan keinginan itu. 
5. Kita selalu menyatakan bahwa kita ingin terhindar dari api neraka, namun kita sendiri mencampakkan diri 
    kita sendiri kedalamnya.

5 Hal inilah yang menurut Ibrahim bin Adam adalah penyebab utama mengapa hati kita dikunci oleh Allah Swt, dan kemudian mengakibatkan do'a kita tidak diterima oleh Allah Swt. Semoga bermanfaat :)

sumber: Khutbah Jumat di salah satu Masjid (6 Juli 2012)

Senin, 28 Mei 2012

Aku Peduli !

Video ini menunjukkan optimisme dan kreativitas seorang anak bangsa !

Minggu, 27 Mei 2012

#Rindu

#rindu adalah ketika aku berdoa untukmu, hanya aku dan Rabb-ku yang tau :) -@aliabdillah91-

Kalimat ini sebenarnya sederhana, tapi memberi makna yang mendalam. Gak akan lupa dengan kalimat ini sampai kapanpun insya Allah :D

Pengalaman 1998

Tau kan ada peristiwa besar apa di tahun 1998? Pasti taulah, masa sih gaktau! Itu loh, peristiwa  Reformasi dan runtuhnya rezim Soeharto dari tampuk Presiden . Kalo inget reformasi 1998, gue teringat pas jaman gue masih kecil di Makassar. Waktu itu gue lari ke pinggir jalan dengan lincahnya ngelihat arak-arakan mahasiswa demonstrasi. Emang sih waktu itu gue belom tau apa-apa, tapi yang jelas seinget gue waktu itu gue ngelihat mahasiswa naik di ambulans trus majangin foto yang kalau gak salah itu fotonya Soeharto didepan ambulans itu. Hanya sebatas itu yang gue liat ketika itu.

Barulah setelah beranjak dewasa, gue baru sadar kalo ternyata maksudnya waktu itu adalah mahasiswa pengen Soeharto turun,  dengan seakan-akan pengen ngasi tau ke masyarakat yang menyaksikan demo itu : "nih Soeharto udah di ambulans, udah mati. Udah turun juga dari Presiden. Saatnya REFORMASI". Gitu.!!!

Emang sih, gak lama setelah demo itu, Soeharto pun menyatakan berhenti dari kursi Presiden. HAHAHAHA  Soeharto pinter banget ya, beliau make diksinya itu : menyatakan berhenti. bukan mengundurkan diri, atau kata-kata lain. Soeharto mungkin pengen mencatatkan diri dalam sejarah sebagai Presiden yang atas dasar pribadi berhenti jadi Presiden, padahal fakta membuktikan bahwa Soeharto lengser itu karena adanya gerakan massa yang begitu besar pada waktu itu. 

Nah sekarang, gue lagi dalam proses baca bukunya seorang dosen FISIP UI, Judulnya : Bagaimana Soeharto Mempertahankan Kekuasaannya Selama 32 Tahun.. Abis tuh buku tamat gue baca, Insya Allah gue bakalan berbagi cerita deh lewat blog ini juga gimana sih sebenernya caranya Soeharto memimpin selama itu dan juga kisah dibalik runtuhnya rezim Orde Baru.. Wait yaa :)

Minggu, 06 Mei 2012

apalah arti sebuah nama

haha gue kaget setelah dpt BBM dr Tari yg bilang : "btw adek gue baru bilang kalo dia punya temen namanya Andi Aulia Rahman tapiii cewe" ...
Awalnya gue kira, yg punya nama "indah" seperti gue persis itu cuman gue, tp ternyata nama gue itu banyak yg punya ya dan bahkan cewe sekalipun..haha. Gakpapa lah, biarpun pasaran, tetep itu adalah pemberian terbaik dr orgtua gue..
Tapi bodo amatlah, mau nama pasaran kek, mau ngga kek, itu tetep identitas gue. Dan gue tetep bertekad suatu saat nanti nama "Andi Aulia Rahman" bisa jd bagian dari sejarah dunia. amin hahaha

I love this song :D

Minggu, 22 April 2012

Minggu yang Melelahkan

List kegiatan selama sepekan yang lalu :
1. RFC CUP 2012 
2. UNAS CUP
3. Persiapan Fit and Proper Test STI FHUI 2012
4. Latihan Pentas IBD
Sangat-sangat melelahkan. Semoga terbayarkan dengan hasil yang maksimal. Bismillah :)

Jumat, 06 April 2012

Doa-ku Hari Ini

 “Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-
Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan 
bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau 
Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. 
Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan 
bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau 
benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu 
dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka 
adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah 
benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- 
Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. 

Ya Allah,
kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, 
kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali 
(bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat 
(kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan 
ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, 
ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan 
datang. Engkaulah yang mendahulukan dan
mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah 
kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada
Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.

The Declining of Sports Achievement in Indonesia


              Have you ever heard the golden era of Indonesian Sport in 1980’s until 1990’s? Yes, in that era, Indonesia got many achievements in several kinds of sports, such as football, badminton, boxing, and so on. We could see the victory of Susi Susanti in Olympic Games 1992. She got a gold medal in Women’s Single Badminton. It was the first gold medal for Indonesia in Olympic Games. Almost all Indonesian people welcomed her with joy in Jakarta. But now, we can see that it’s very difficult for Indonesian athletes to attain a gold medal. Many people state their opinion concerning about the things causing this bad achievement. But I think, there are  several things that cause the declining of sports achievement in Indonesia.
             First of all, lack of funding and priority cause the problem. A data shows that the calculation for sports in Indonesia is about 3 % from total budget of APBN. This budget is far from standard. This situation does not happen in other Asian countries, like Thailand or Malaysia. They have increased their sports budget higher than Indonesia. As a result, their athletes always become the winner in so many competitions. The other problem is a difficult birocration. As we know that every sport program must be approved by  the parliament first. This condition makes the program for athlete is obstructed because there is no enough budget to support the program. So, if the government knows that increasing budget is very crucial, it has to move fast to eliminate all obstacles in achieving the great achievements.  
            Second, the spread of sports facilities in Indonesia is not equal. As we know that the region of Indonesia is from Sabang until Merauke. Then, Indonesia is divided into 33 Provinces. The development of each province is exactly not equal and neither are the sports facilities. There are only five cities in Indonesia that have a Sports Complex, like Jakarta, Palembang, Samarinda, Makassar, and Solo. As a consequence, many athletes couldn’t practice regularly. We can see now many outstanding athletes in rural areas can not improve their skills because there are no adequate facilities. This problem influence a lot on reaching maximum results.
Last but not least, there is no guarantee from the government that the athlete will have a better future. Especially for the young athlete, they have no motivation because theris no guarantee about their future. Not only the young athelete,  but also the firmer athlete has same condition like the young one.  The government has to know that if there is no guarantee of old days for former athletes and young athlete who has  excellent achievement, it will hamper efforts of regeneration in our sport team.
            In brief, low budget, inequality of sports complex, and the guarantee of athlete’s future, prove that Indonesia is facing a very serious problem that must be solved by the government immediately. Based on those real facts, the government must do something right away to improve this sad condition. The government should increase the budget for sports in APBN, build the sport complex in every province in order to accommodate the necessary of the athlete, and guarantee the athletes’ future in order to make a good regeneration. If the government does those three things seriously, we all can hear “Indonesia Raya song” in every competition in the world.

Rabu, 29 Februari 2012

Egoisme vs Kolektifitas Sepakbola = 10-0

Hari ini boleh jadi adalah hari yang bersejarah bagi sepakbola Indonesia. Kekalahan yang sangat tragis terjadi saat Timnas kalah telak 10-0 dari Bahrain, tim yang pernah kita kalahkan 5 tahun silam di Piala Asia 2007. Tapi seluruh masyarakat Indonesia sudah tau pasti, siapa biang keladi dari kekalahan ini. Siapa lagi kalau bukan PSSI-nya Djohar Arifin Husen. Bukti nyatanya adalah bagaimana bisa PSSI mengirimkan Timnas yang materi pemainnya tidak dikenal masyarakat. Rendi Irawan, Taufiq, Hengky Ardiles, dll yang membela timnas vs bahrain hari ini bukannya pemain yang tidak berkualitas, tapi pengalaman bertanding internasional yang tidak ada, sehingga membuat mereka tidak mampu mengimbangi Bahrain yang bermain sangat bagus dan mengandalkan permainan yang kolektif. Jadilah skor 10-0 !

Kalau mau dirunut kebelakang, pangkal permasalahannya adalah polemik di tubuh PSSI. Kondisi liga yang terbagi dua saat ini dijadikan alasan oleh PSSI untuk tidak mengikutkan BP, M.Ilham, Boaz, dll kedalam timnas. Padahal, pemain-pemain semacam itulah yang dibutuhkan untuk menghadapi pertandingan internasional. Tapi apa mau dikata, egoisme dari para pengurus PSSI itu membuat Timnas seakan berada di titik nadir dalam hal prestasi. Ini jelas sangat mengkhawatirkan, mengingat saat ini Indonesia sedang merintis sepakbola ke arah yang lebih profesional. 

Membicarakan Timnas, saya jadi teringat ketika diadakan Kongres Pemilihan Ketum PSSI, yang pada akhirnya terpilihlah Djohar Arifin. Waktu itu, saya sangat yakin bahwa dibawah kepemimpinan Djohar, PSSI akan lebih baik lagi. Hal ini saya yakini, mengingat waktu jumpa pers atau dalam berbagai wawancara, ide dan semangat Djohar untk membenahi PSSI sangat tinggi. Namun, dalam perkembangannya, ternyata Djohar tidak lebih baik dari para pendahulunya. Bahkan, saya berani mengatakan bahwa Era Djohar masih kalah dari Era Nurdin Halid dari sisi keteraturan organisasi. Bayangkan saja, kompetisi terbagi jadi dua, dan justru yang dijadikan kompetisi legal adalah kompetisi yang tidak jelas asal usul nya (LPI). Ini menjadi suatu bukti yang nyata betapa Djohar Arifin  sangat gampang untuk disetir oleh bos LPI, Arifin Panigoro. Egoisme PSSI juga berdampak pada tidak adanya pembinaan usia dini bagi anak-anak dan remaja. Banyak sekali anak-anak dan remaja yang jago main bola, akan tetapi terhambat progress nya karena tidak adanya kompetisi yang menampung bakat mereka. Jadilah regenerasi kita terhambat, dan jelas, akan semakin sulit untuk berprestasi.

Egoisme PSSI telah mengakibatkan banyak masalah dalam persepakbolaan negara kita. Dibutuhkan suatu kolektifitas dan sinergitas dalam membangun apapun, termasuk persepakbolaan. Satu hal yang saat ini bisa diharapkan adalah Kongres Komite Penyelamat sepakbola Nasional bisa berjalan dengan lancar, bulan Maret depan. Sehingga hasilnya bisa terpilih Ketua Umum PSSI yang lebih berkompeten dan independen. Sudah saatnyalah PSSI lebih mengandalkan kolektifitas , bukan Egosime semata. Salam Olahraga, Salam Sepakbola !!!

Salam Kolektifitas :D

Jumat, 24 Februari 2012

Sejarah Itu Akan Dimulai Hari Ini

       Ali-Alldo

         Hari ini gue mau share sedikit tentang proses rekrutmen Staff BEM FHUI 2012. Dua minggu yang lalu, gue dapet info tentang adanya pembukaan open recruitment Staff BEM FHUI 2012. Dan, langsung aja gue daftar lewat sms dan segera dikirimin email buat pengisian berkas+tugas yang bakalan gue kerjain. Setelah menerima email, tanpa panjang lebar gue langsung isi CV yang tinggal gue pindahin dari dokumen CV pas SKEMA tahun lalu. Gak butuh waktu lama, cuman sekitar 30 menit, CV pun selesai. Nah hari besoknya, pendaftar dikabarin kalau bakalan ada tugas tambahan. Nah, tugas itu disesuaikan dengan pilihan bidang masing-masing.Waktu itu, gue masih bingung, mau daftar bidang Advokasi atau Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat). Disatu sisi, gue tertarik banget sm kajian dan aksi-aksi tentang isu nasional yang bersifat politik, dan disisi lain, gue juga tertarik banget buat ngurusin advokasi mahasiswa,khususnya mahasiswa FHUI. Tapi, setelah dengan pertimbangan yang sangat matang, akhirnya gue daftar di Bidang Kastrat sebagai pilihan 1 dan Bidang advokasi sebagai pilihan 2. Setelah fix nentuin bidang, gue harus ngerjain tugas buat bidang kastrat, yaitu 2 (dua) buah essay singkat dengan judul : (1). Analisis Permasalahan Minyak dan Gas dan (2) Konsep Propaganda Kreatif Menurut Perkembangan Mahasiswa Masa Kini. Meskipun sempat tertatih-tatih, nyari bahan sana-sini, dan konsultasi dengan rekan seperjuangan, Ichsan dan Alfath, akhirnya essaypun jadi. Lumayan lah, meskipun masih banyak kekurangan. Abis itu, segera gue kirim CV+Tugas pas H-1 sebelum pendaftara ditutup. Tahap selanjutnya setelah itu, gue harus ngelewatin proses wawancara. Selasa, 21 Februari 2012, sekitar jam 19.30, gue akhirnya dapet giliran wawancara dengan Kadep Kastrat (Bang Rozi) dan Wakadep Kastrat (Mba Oneng) . Hampir satu jam wawancara berlangsung, dan finally selesai juga proses rekrutmennya. Walhasil, setelah wawancara, ya otomatis gue tinggal nunggu pengumuman, apakah gue  lolos sebagai staf atau nggak.
      Hari ini, Jum'at, 24 Februari 2012, BEM FHUI 2012 melalui akun resmi twitternya @BEM_FHUI merilis nama-nama staf yang lolos seleksi. Dan, alhamdulillah, gue termasuk satu dari 12 orang yang lolos sebagai Staf Dep.Kastrat. Senang campur ragu, haha. Senang karena cita-cita gue sejak awal kuliah yang pengen masuk BEM akhirnya terwujud, tapi gue juga ragu karena didepan mata, sudah menunggu banyak issue yang harus segera disikapi, ex: Pemilihan Rektor UI, ataupun #saveUI yang masih saja ngetrend akhir-akhir ini. Tapi, diluar semua itu, gue sadar bahwa tanggung jawab menjadi seorang Pengurus BEM, bukan hanya dari bagaimana nantinya berkontribusi dalam setiap program kerja, tapi juga bagaimana gue bisa memberikan contoh yang baik kepada mahasiswa yang lain :D.... 
       Secara pribadi, satu hal yang pasti, bahwa cita-cita gue untuk terus aktif  berorganisasi akhirnya terwujud. Gue berkomitmen bahwa satu tahun kedepan , gue akan berkontribusi semaksimal mungkin, dan yang pasti bakalan terus belajar untuk menggali dan meningkatkan potensi diri. Peluang dan tantangan sudah ada di depan mata, dan  semuanya akan bergantung pada diri gue sendiri, seberapa besar komitmen dan keikhlasan gue dalam menjalaninya. Semoga gue tetep terus istiqomah dan terus semangat dalam berkontribusi, dan yang pasti Semoga Allah Swt, selalu memberikan barokaj, karunia dan petunjuk-Nya dalam setiap aktifitas yang akan gue lakuin kedepannya. 

-Bismillahirrahmanirrahim, Sejarah Itu Akan Dimulai Hari Ini-

Rabu, 22 Februari 2012

Galau Cita-Cita

Entah kenapa akhir-akhir ini selalu kepikiran, setelah lulus nanti gue mau jadi apa ya? pikiran itu seakan terus membayangi, mengingat memang tidak sampai 5 tahun ke depan gue udah bener-bener terjun ke masyarakat dan  harus nentuin mau kerja apa serta melakukan aktivitas apa. Memang, sejak kecil gue selalu pengen jadi Hakim , entah kenapa profesi Hakim itu membuat gue kesemsem karena kalo lagi sidang pake toga yang warnanya macem-macem, merah, ijo, atau biru. Namun, makin dewasa, cita-cita gue makin kompleks, karena ternyata menjadi Hakim tidak segampang yang gue kira. Butuh kewibawaan yang tinggi dan wawasan yang luas dalam menjalankan profesi ini. Nah muncullah ide di benak gue untuk bercita-cita jadi Anggota DPR. Memang sih, jadi anggota DPR itu 'kasarnya' kita gak butuh pendidikan yang tinggi-tinggi amat. Bayangin aja, banyak kok anggota DPR yang hanya tamatan SMA, bukan perguruan tinggi. Ya, sampai sekarang gue masih tetep pada keyakinan gue kalo suatu saat nanti gue insya Allah bisa jadi Anggota DPR. Cita-cita itu semoga masih tetap eksis di benak dan tujuan gue. amin. Makanya saat ini, buat mewujudkan impian gue itu, gue insya Allah ngambil Program Kekhususan (PK) 5 - Hukum Tata Negara - di FHUI. Alasannya sederhana, biar nanti suatu saat kalo benar-benar cita-cita gue ini terwujud, gue udah tau gimana caranya mengatur negara melalui lembaga legislatif. semoga, semoga, semoga. amin

Konsep Propaganda Kreatif Menurut Pergerakan Mahasiswa Kekinian

          Perkembangan pergerakan mahasiswa saat ini, menurut saya telah berkembang dengan pesat. Kini, pergerakan tidak hanya dilakukan lewat aksi turun ke jalan semata seperti halnya ketika hal itu terjadi pada tahun 1966 ataupun dalam proses reformasi pada tahun 1998. Namun, perkembangan sistem propaganda yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa saat ini, telah menunjukkan bahwa pergerakan itu telah berkembang dan lebih dinamis. Perkembangan yang saya maksud disini adalah perkembangan pola pikir mahasiswa yang lebih kreatif dan mengakibatkan pula pada sistem propaganda mahasiswa yang lebih kreatif pula dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, sistem propaganda yang dilakukan oleh para aktivis mahasiswa biasanya hanya melalui orasi ataupun seminar-seminar. Namun, saat ini bisa kita lihat bahwa teknik propaganda tersebut sudah mulai ‘tersaingi’ oleh teknik propaganda kreatif. Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat, telah menyebabkan mahasiswa berpikir lebih kreatif untuk menciptakan suatu propaganda, misalnya melalui kegiatan kreatif, gambar, poster, ataupun melalui dunia maya seperti facebook,twitter dan lain-lain. Sebagai contoh, hal yang pernah dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia pada tahun 2011 yang lalu, adalah dengan menyapu halaman gedung KPK dengan harapan KPK mampu menyapu bersih semua tindakan korupsi di Indonesia. Masyarakatpun memberikan apresiasi yang positif terhadap propaganda kreatif mahasiswa UI tersebut. Hal ini telah menunjukkan bahwa teknik propaganda kreatif sudah menjadi tuntutan di masa kini.
            Melihat perkembangan propaganda kreatif tersebut, jelas dibutuhkan suatu konsep yang baik untuk mewujudkan tujuan dari adanya propaganda tersebut. Konsep yang dimaksud adalah bagaimana proses propaganda itu dimulai dengan adanya suatu komitmen yang baik dari pelakunya. Ini jelas merupakan bagian dari niat awal kita untuk melakukan propaganda. Setelah itu kita harus mempersiapkan amunisi yang baik, dalam hal ini berupa berita atau bahan dari propaganda tersebut. Bahan propaganda disini harus meliputi validitas data, pengemasan isu, pengemasan bahasa yang lebih mudah dicerna oleh khalayak ramai, dan juga pengemasan tampilan yang kreatif. Pengemasan tampilan yang kreatif bisa kita konkritkan seperti melalui design gambar yang unik dan eye-catching sehingga menarik perhatian massa. Karena memang, tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini, masyarakat sangat menginginkan adanya suatu konsep propaganada yang lebih memberikan makna kreatifitas di dalamnya daripada hanya dilakukan dengan cara yang biasa. Selanjutnya, satu hal yang sangat penting juga menurut saya adalah bagaimana kita berpikir bahwa proses propaganda itu harus dimulai dari akhir, dimulai dari kita mengetahui sasaran tembak kita seperti apa. Hal ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana teknik propaganda kreatif yang bisa kita terapkan nantinya.
                 Intinya, konsep propaganda kreatif mahasiswa di masa kini, adalah bagaimana kita mampu memaksimalkan segala macam media yang ada maupun memaksimalkan perkembangan teknologi informasi. Selain itu, propaganda yang efektif dan efisien itu adalah bagaimana kita mampu menyampaikan pesan kita kepada objek propaganda tersebut, sehingga pada akhirnya bukan kita (orang yang mempropaganda) yang bergerak, namun masyarakatlah yang bergerak atas kesadaran mereka sendiri. Dan hal itu bisa terwujud dengan membangun konsep propaganda dan kesadaran masyarakat melalui kemasan yang cantik dan kreatif tanpa mengurangi substansi daripada propaganda tersebut. Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia... !!!

Rabu, 25 Januari 2012

Real Madrid, Nasibmu Kini.....

Selama lebih dari satu abad lamanya, Real Madrid tak sekadar membangun tradisi sebagai raksasa dengan banyak gelar juara dan rekor, tapi memberi kontribusi bagi pengembangan sepakbola Spanyol, Eropa, dan dunia. Real Madrid !!??!! seluruh penggila sepakbola di jagad raya ini, tidak ada yang tak mengenal Real Madrid. Klub kaya yang berisi banyak pemain kelas dunia ini adalah peraih juara 9 kali Liga Champions dan puluhan gelar Juara La Liga. Tidak salah kalau banyak orang yang mengidolakan tim ini. Saya pun demikian, diantara banyak tim-tim kuat di dunia ini, Real Madrid-lah yang sangat menarik perhatian saya. Dengan segudang prestasi ditambah dengan permainan cepat dan keras ala "Makassar"-nya membuat saya jatuh hati (cielah, haha) pada tim ini. 


Memang saat ini, performa El Real tidak seperkasa 4-5 tahun yang lalu. Makin hari permainan yang ciamik sudah mulai tidak terlihat. Saya tidak tau apa penyebab dari semua ini, yang jelas sejak ditangani Jose Mourinho, permainan Madrid agak berubah. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya Real Madrid menumbangkan musuh bebuyutan, Barcelona. Tapi diluar semua itu, saya akan tetap jadi Madridista sejati yang akan terus mendukung Real Madrid. #halaMadrid

Sabtu, 07 Januari 2012

Remaja dan Permasalahannya di Masa Kini


Indonesia adalah negara yang saat ini sedang mengalami proses perkembangan. Pembangunan sedang digiatkan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi pun saat ini sedang mengalami kenaikan, walaupun tidak signifkan. Namun, ada satu hal yang akan mengganggu kemajuan di berbagai bidang itu, yakni permasalahan generasi muda Indonesia yang  semakin memprihatinkan. Generasi muda identik dengan yang namanya remaja. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Permasalahan remaja saat ini telah menjadi fenomena yang menarik untuk diperbincangkan, terutama mengenai penyebab dari permasalahan itu. Dalam sebuah analisis, disebutkan penyebab dari permasalahan remaja saat ini, antara lain adalah :
  • Ketidakstabilan emosi.
  • Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  • Senang bereksplorasi.
  • Mempunyai banyak fantasi dan khayalan
  • Kecenderungan membentuk kelompok dan berkelompok.
Banyaknya permasalahan remaja saat ini, menjadikan banyak ahli dalam bidang psikologi yang menyebutnya sebagai masa krisis. Pada masa ini, perubahan terjadi secara drastis dan mengakibatkan terjadinya kondisi psikis yang belum mantap yang dialami oleh para remaja
Dalam essay ini, akan ada analisis beberapa permasalahan remaja yang berkembang saat ini, yakni terjadinya pergaulan bebas, pengaruh NARKOBA, banyaknya anak yang putus sekolah dan pengaruh rokok.
A. Pergaulan Bebas
Globalisasi telah berkembang pesat dan pengaruh terhadap Negara Indonesia adalah terjadinya perubahan dan saling tukar informasi dengan berbagai negara. Salah satu bentuk globalisasi adalah westernisasi. Westernisasi menciptakan budaya baru di Indonesia. Salah satunya budaya pergaulan bebas. Banyaknya informasi mengenai kehidupan barat dijadikan sebagai pedoman bagi para remaja. Mereka tidak peduli dengan baik atau buruknya budaya tersebut terhadap dirinya. Semakin terbukanya arus informasi mempermudah bagi para remaja untuk mengikuti kehidupan di barat. Ditambah lagi dengan pergaulan antarteman yang semakin tidak sehat.
Saat ini kita dihadapkan oleh perilaku remaja yang melakukan hubungan seks di luar nikah. Dalam lingkungan yang memiliki norma dan nilai, hubungan seksual di luar nikah tidak dibenarkan. Hubungan seks di luar nikah tersebut termasuk perilaku menyimpang karena dianggap telah melanggar norma yang ada dalam masyarakat. Para remaja yang kurang mendapatkan pembekalan agama dan kurang mempertimbangkan dampak negatif dari hubungan seks di luar nikah tersebut bisa terpengaruh oleh media massa terutama televisi yang menyajikan berbagai acara yang dapat merangsang pertumbuhan seksual remaja.
Berikut adalah tabel tentang perilaku seksual remaja SMP dan SMU :   

B. Pengaruh Narkoba
Narkoba merupakan salah satu permasalahan remaja yang cukup serius. Tidak sedikit remaja yang terjerumus oleh narkoba. Alasannya karena diajak teman ataupun hanya sekedar coba-coba, dan akhirnya malah terjerumus. Bukan hal yang mudah untuk lepas dari pengaruh narkoba. Biasanya pecandu harus mejalani masa rehabilitasi yang cukup lama untuk terbebas dari narkoba.
Banyak dampak yang diakibatkan oleh narkoba, baik fisik maupun psikis. Selain itu dari penggunaannya dapat menularkan virus yang sangat berbahaya, yaitu HIV. Sebab, Direktur R.S. Marzuki Mahdi, Dr. Amir Hussein Anwar, menyatakan ada sekitar 500.000 pengguna narkoba jarum suntik di Indonesia terkena HIV positif. Akibat lain dari penggunaan narkoba adalah dapat merubah perilaku seseorang, biasanya pecandu narkoba lebih temperamental dan emosional.
Berikut adalah tabel penggunaan narkoba di Indonesia, yang diantaranya, sekitar 70% dari total pecandu narkoba tercatat sebagai anak usia sekolah, antara 14-20 tahun :
Inilah hal sangat mengkhawatirkan, karena mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa ini di masa mendatang. Melihat keadaan remaja saat ini, entah bagaimana masa depan Indonesia. Kalau bukan mereka, siapa lagi yang akan mengemban tanggung jawab dalam menjalankan negeri ini. Karena pemuda adalah gambaran bangsa ini di masa yang akan datang.

C. Anak Putus Sekolah
Putus sekolah merupakan salah satu permasalahan remaja yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain.
Salah satu penyebab yang paling populer adalah dikarenakan kondisi ekonomi yang menimpa keluarganya. Penduduk negara kita semakin banyak, tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang maksimal, mengakibatkan banyaknya pengangguran. Oleh karenanya, banyak penduduk yang dikategorikan tidak mampu. Anak dari kalangan tidak mampu inilah yang kemudian banyak mengalami putus sekolah. Faktor penyebab yang lain adalah pengaruh lingkungan teman sebaya. Seperti contoh, seorang anak diajak oleh temannya untuk bermain game online atau play station pada jam sekolah. Hal ini mengakibatkan anak malas ke sekolah dan akhirnya putus sekolah. Kejadian sepeti ini sangat tidak kita harapkan. Pendidikan generasi muda haruslah diutamakan, karena mereka yang akan mewarisi negara Indonesia yang besar ini. Apa jadinya negara kita kalau dipimpin oleh orang-orang yang tidak berpendidikan karena putus sekolah?
Salah satu solusi yang baik adalah pemerintah membangun Sekolah Rakyat (SR) yang disediakan secara cuma-cuma bagi warga kurang mampu. Di Sekolah Rakyat itu juga harus tersedia fasilitas yang baik dan tenaga guru yang mempunyai SDM baik, sehingga anak-anak yang nantinya akan bersekolah disana akan terjamin kualitasnya. Selain itu, diharapkan juga  orang tua di rumah, memberikan pengawasan yang ketat terhadap si anak. Karena dengan  pengawasan yang ketat dalam hal yang positif seperti itu akan memberikan sebuah proteksi atau perlindungan tehadap anak.

D. Pengaruh rokok
Masalah yang keempat adalah pengaruh rokok. Seorang remaja merokok bisa disebabkan karena pengaruh orang tua. Orang tua bertugas memberikan contoh sikap agar bisa diikuti oleh anaknya. Namun, jika orang tua itu sendiri merokok, secara tidak sengaja mereka memberi contoh kepada anaknya bahwa si anak tersebut boleh merokok.
Remaja bisa juga dikenalkan rokok oleh pergaulan dan temen mainnya. Bisa merokok karena ikut-ikutan temannya atau memang dalam komunitas pergaulannya diharuskan merokok. Remaja masih memiliki pendirian yang labil. Terkadang hanya mengikuti pergaulan teman-temannya. Ditambah lagi remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dimulai dengan coba-coba hingga akhirnya ketagihan. Kebiasaan merokok yang sudah melekat pada diri seorang remaja sulit dihilangkan karena rokok mengandung bahan yang membuat perokok tersebut kecanduan. Selain itu, mungkin remaja mulai merokok karena ingin dibilang gaul. Ada slogan “remaja ga ngerokok berarti kurang gaul”. Meskipun sebagian besar remaja perokok adalah laki-laki, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi para remaja putri untuk menjadi perokok aktif.
Dampak negatif yang ditimbulkan rokok bagi para remaja :
1.      Mudah terkena penyakit pernapasan karena sejak dini sudah menjadi perokok
2.      Menjadi kecanduan karena rokok mengandung bahan yang bersifat canda dan sulit dilepaskan dalam keadaan apapun
3.      Harga rokok yang mahal akan memberatkan seseorang yang tergolong miskin sehingga uang yang seharusnya digunakan untuk keprluan sehari-hari malah digunakan untuk membeli rokok.
 Sebenarnya sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan merokok pada diri seorang remaja. Sebagai solusi, bagi remaja yang belum merokok ada baiknya menghindari lingkungan merokok. Bagi remaja yang sudah terlanjur merokok sebaiknya mengurangi kebiasaan tersebut dan alangkah baiknya jika kebiasaan tersebut bisa hilang. Orang tua juga diharapkan bisa menjadi contoh yang baik kepada anak-anaknya dengan tidak merokok di depan anak-anak mereka.
       Sebagai kesimpulan, Remaja merupakan tonggak masa depan bangsa. Permasalahan yang dialami remaja saat ini merupakan kewajiban kita semua, terutama pemerintah, untuk mengatasinya. Remaja haruslah mendapatkan pendidikan moral yang baik. Pergaulan bebas, banyaknya anak putus sekolah, dan pengaruh narkoba merupakan sedikit dari sekian banyak permasalahan remaja yang dihadapi di masa kini. Solusi yang paling tepat sebenarnya kita kembalikan kepada orang tua. Merekalah yang seharusnya mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan dan pergaulan anaknya. Namun, harus diakui, tanggung jawab yang besar dari pihak keluarga haruslah sejalan dengan peran pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat, agar kedepannya masalah remaja bisa teratasi, paling tidak dalam jangka pendek bisa diminimalisir.

sumber : Tugas OKK Kelompok. (Andi,Ditdo,Wahyu,Herischa,Dani)