Jumat, 24 Agustus 2012

Pahlawan dan Kemerdekaan




Bulan Agustus merupakan salah satu bulan yang dinanti-nantikan oleh segenap bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan pada bulan Agustus, tepatnya tanggal 17, bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan tiap tahunnya. Hari dimana segenap bangsa meluapkan sukacitanya, mengenang sejarah perjuangan bangsa dan memaknainya dengan upacara-upacara dan perlombaan di kampung-kampung.

Berbicara mengenai kemerdekaan, tidak afdhol rasanya kalau kita tidak berbicara pula mengenai pahlawan. Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, banyak sekali pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Mereka telah mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk melawan penjajah. Sebut saja Teuku Umar di Aceh, Tuanku Imam Bonjol di Padang, Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah, Pangeran Antasari di Banjar, Sultan Hasanuddin di Makassar, Pattimura di Ambon dan ribuan bahkan jutaan pahlawan lagi yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Namun, pahlawan itu tidak hanya dimaknai secara sempit seperti halnya ulasan diatas. Seiring usia yang makin dewasa ini, perkembangan pemikiran kitapun juga tumbuh. Pahlawan-pahlawan dalam hidup kita terus menerus bermunculan dan tidak lagi hanya sebatas pahlawan nasional yang gugur di medan perang saja, namun juga apa yang disebut dengan "Pahlawan Masa Kini". Sebagai contoh, sejak awal kehidupan yang kita jalani, kita sudah diperkenalkan tentang makna kepahlawanan itu sendiri. Ketika kita menginjak masa sekolah, kita mulai berkenalan dengan sosok "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa", yaitu Bapak dan Ibu Guru kita. Dalam mengajar dan membimbing kita, mereka sejatinya tidak meminta imbalan apapun dari kita. Mereka telah mengajarkan kita bagaimana menulis dan membaca. Merekalah yang pada hakikatnya telah membebaskan kita dari belenggu kebodohan. Contoh lain adalah ketika kita mulai bersosialisasi dengan masyarakat, kita seringkali menjumpai makna pahlawan yang lain seperti seorang tetangga yang membantu kita ketika mengalami kesusahan. Dan masih banyak lagi contoh pahlawan masa kini yang terus menerus mengisi kehidupan kita.

Dalam menghadapi situasi dan kondisi yang serba global seperti sekarang ini, tentu saja kita berharap munculnya banyak pahlawan dalam segala bidang. Apakah itu pahlawan di bidang ekonomi, di bidang politik, ataupun di bidang-bidang lainnya. Dalam artian, bangsa Indonesia sedang membutuhkan banyak pahlawan, yaitu pahlawan yang mampu mewujudkan Indonesia yang aman,tenteram dan sejahtera. Kita mungkin bisa mencatat, bahwa tindakan terorisme masih menghantui negara kita, dalam hal ini Indonesia butuh pahlawan yang berani untuk menangkap pelakunya. Pun juga Indonesia saat ini masih digerayangi dengan tindakan korupsi para penguasa, dalam hal ini Indonesia butuh pahlawan yang berani untuk memberantas korupsi tersebut.

.....

Kepahlawanan ternyata tidak hanya berhenti sampai disana. Dalam mengisi kemerdekaanpun, kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah orang yang gagah berani menentang kedzaliman penguasa? Bukankah hakikat kepahlawanan adalah sifat keperkasaan,kerelaan berkorban, dan kekesatriaan seseorang dalam memperjuangkan hak-haknya? 

Oleh karenanya, setiap orang haruslah berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, momentum Hari Kemerdekaan yang diperingati di bulan Agustus ini marilah kita jadikan sebagai acuan untuk tidak hanya memperingati jasa-jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan kita, namun juga kita jadikan sebagai momentum untuk bertanya pada diri kita bahwa : Apakah kita telah mempersiapkan diri kita untuk mengembangkan potensi diri di bidang masing-masing dalam mengisi kemerdekaan?

Semoga kita semua adalah bagian daripada orang-orang yang mempersiapkan diri menjadi pahlawan yang sesungguhnya, yakni Pahlawan yang mampu memberikan kontribusinya untuk bangsa.

Salam Kemerdekaan. Dirgahayu RI ke 67. Jayalah Negeriku, Jayalah Bangsaku !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar