Sabtu, 10 Desember 2011

Mahasiswa Baru dan "Bulan Panas" di Akhir Tahun

Tulisan ini saya tulis tepat H-1 pelaksanaan pemungutan suara Pemilu FHUI 2012. Mahasiswa baru (MABA) merupakan masa dimana seorang memulai perannya sebagai seorang mahasiswa, setelah berkutat sekian lama menjadi seorang siswa, baik di tingkat SD,SMP, maupun SMA. MABA juga biasa diidentikkan dengan seorang mahasiswa yang belum mengetahui apa-apa tentang keadaan kampus, belum mengerti pergerakan kampus, dan belum beradaptasi secara maksimal dengan kehidupan kampus.
 Dan saat ini, tibalah kita dalam Bulan Panas di akhir tahun, bulan dimana adanya pertarungan politik di kampus –sebut saja Universitas Indonesia- ,tidak bisa dipungkiri akan memberikan dampak baik itu positif maupun negatif terhadap seluruh elemen, termasuk seorang mahasiswa baru.Dalam konteks ini , karena saya adalah mahasiswa FHUI angkatan 2011, saya akan berbicara mengenai pemilihan Ketua BEM FHUI 2012 dari kacamata saya sebagai seorang MABA. Saya dan teman-teman angkatan 2011 baru merasakan dunia kampus sejak 5 bulan yang lalu. Banyak sekali hal-hal yang memberikan efek ‘shock’ kepada kami, setelah  melihat dan menyadari berbagai kenyataan yang saat ini dan akan kami hadapi kedepannya. Termasuk perkembangan politik kampus. Dalam pemilihan Ketua BEM FHUI 2012 ini, ada 2 (dua) calon kandidat, yang pertama adalah pasangan Bang Ali-Bang Alldo dan pasangan Bang Bisma-Bang Ray.Kedua pasangan ini , menurut saya , memiliki obsesi yang sama-sama kuat untuk membawa BEM FHUI 2012 lebih baik, dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Banyak sekali isu-isu yang berkembang dalam proses Pemilu ini yang kejelasannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. itu wajar, sebagai bagaian dari politik. Hal inilah yang menurut saya adanya pembelajaran politik yang kurang dari masing-masing kandidat. Kami, mahasiswa baru, yang notabene juga seorang mahasiswa jelas memiliki hak untuk memilih dalam proses Pemilu BEM FHUI 2012 ini. Di satu sisi, banyak yang beranggapan bahwa Maba itu dapat menjadi “LUMBUNG SUARA” karena keadaannya yang tidak tahu apa-apa dan terkesan polos. Pada dasarnya, seorang MABA juga adalah seorang yang berpendidikan dan sedikit banyak mengetahui hal-hal yang bersifat politis. Dalam kenyataannya memang, tidak ada paksaan apapun bagi kami dalam menentukan sikap untuk memilih salah satu kandidat. Namun, poin penting disini adalah bukan bagaimana kami menentukan sikap dan pilihan kami, akan tetapi bagaimana pencerdasan politik yang diberikan oleh para kandidat kepada kami sebagai MABA. Kenapa menurut saya pencerdasan politik kemudian menjadi suatu hal yang penting, karena sebagai seorang mahasiswa baru, jelas kami membutuhkan pengalaman dalam hal-hal seperti ini. Perjalanan akademis maupun politis kami di kampus bukan akan berakhir esok pagi, namun masih membutuhkan waktu 4 sampai 5 tahun ke depan. Pencerdasan politik yang baik dan logis dari para kandidat jelas akan memberikan kedewasaan berpikir kepada kami dalam menentukan sikap, sehingga ketika kedepannya kami yang mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan di FHUI, maka kami telah siap dengan segala macam tindakan politik yang akan kami alami. Pun juga ketika kami nantinya akan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Harapan kami sebagai seorang Maba, bahwasanya para kandidat memberikan pencerdasan dan pemahaman politik yang baik dan logis kepada kami, sehingga pada akhirnya nanti, suatu saat,  kita bisa menerapkan sistem yang lebih baik lagi. Bulan panas di akhir tahun ini, semoga bukan menjadi alasan bagi kita untuk terpecah belah. Politik itu memang adalah pilihan, tapi biarkanlah politik itu menjadi sebuah pilihan yang konsekuensinya harus kita terima dengan sebaik-baiknya. Hidup 2011 :) Selamat mencontreng ya......... Semoga terpilih Ketua BEM FHUI yang terbaik . :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar