Rabu, 29 Februari 2012

Egoisme vs Kolektifitas Sepakbola = 10-0

Hari ini boleh jadi adalah hari yang bersejarah bagi sepakbola Indonesia. Kekalahan yang sangat tragis terjadi saat Timnas kalah telak 10-0 dari Bahrain, tim yang pernah kita kalahkan 5 tahun silam di Piala Asia 2007. Tapi seluruh masyarakat Indonesia sudah tau pasti, siapa biang keladi dari kekalahan ini. Siapa lagi kalau bukan PSSI-nya Djohar Arifin Husen. Bukti nyatanya adalah bagaimana bisa PSSI mengirimkan Timnas yang materi pemainnya tidak dikenal masyarakat. Rendi Irawan, Taufiq, Hengky Ardiles, dll yang membela timnas vs bahrain hari ini bukannya pemain yang tidak berkualitas, tapi pengalaman bertanding internasional yang tidak ada, sehingga membuat mereka tidak mampu mengimbangi Bahrain yang bermain sangat bagus dan mengandalkan permainan yang kolektif. Jadilah skor 10-0 !

Kalau mau dirunut kebelakang, pangkal permasalahannya adalah polemik di tubuh PSSI. Kondisi liga yang terbagi dua saat ini dijadikan alasan oleh PSSI untuk tidak mengikutkan BP, M.Ilham, Boaz, dll kedalam timnas. Padahal, pemain-pemain semacam itulah yang dibutuhkan untuk menghadapi pertandingan internasional. Tapi apa mau dikata, egoisme dari para pengurus PSSI itu membuat Timnas seakan berada di titik nadir dalam hal prestasi. Ini jelas sangat mengkhawatirkan, mengingat saat ini Indonesia sedang merintis sepakbola ke arah yang lebih profesional. 

Membicarakan Timnas, saya jadi teringat ketika diadakan Kongres Pemilihan Ketum PSSI, yang pada akhirnya terpilihlah Djohar Arifin. Waktu itu, saya sangat yakin bahwa dibawah kepemimpinan Djohar, PSSI akan lebih baik lagi. Hal ini saya yakini, mengingat waktu jumpa pers atau dalam berbagai wawancara, ide dan semangat Djohar untk membenahi PSSI sangat tinggi. Namun, dalam perkembangannya, ternyata Djohar tidak lebih baik dari para pendahulunya. Bahkan, saya berani mengatakan bahwa Era Djohar masih kalah dari Era Nurdin Halid dari sisi keteraturan organisasi. Bayangkan saja, kompetisi terbagi jadi dua, dan justru yang dijadikan kompetisi legal adalah kompetisi yang tidak jelas asal usul nya (LPI). Ini menjadi suatu bukti yang nyata betapa Djohar Arifin  sangat gampang untuk disetir oleh bos LPI, Arifin Panigoro. Egoisme PSSI juga berdampak pada tidak adanya pembinaan usia dini bagi anak-anak dan remaja. Banyak sekali anak-anak dan remaja yang jago main bola, akan tetapi terhambat progress nya karena tidak adanya kompetisi yang menampung bakat mereka. Jadilah regenerasi kita terhambat, dan jelas, akan semakin sulit untuk berprestasi.

Egoisme PSSI telah mengakibatkan banyak masalah dalam persepakbolaan negara kita. Dibutuhkan suatu kolektifitas dan sinergitas dalam membangun apapun, termasuk persepakbolaan. Satu hal yang saat ini bisa diharapkan adalah Kongres Komite Penyelamat sepakbola Nasional bisa berjalan dengan lancar, bulan Maret depan. Sehingga hasilnya bisa terpilih Ketua Umum PSSI yang lebih berkompeten dan independen. Sudah saatnyalah PSSI lebih mengandalkan kolektifitas , bukan Egosime semata. Salam Olahraga, Salam Sepakbola !!!

Salam Kolektifitas :D

Jumat, 24 Februari 2012

Sejarah Itu Akan Dimulai Hari Ini

       Ali-Alldo

         Hari ini gue mau share sedikit tentang proses rekrutmen Staff BEM FHUI 2012. Dua minggu yang lalu, gue dapet info tentang adanya pembukaan open recruitment Staff BEM FHUI 2012. Dan, langsung aja gue daftar lewat sms dan segera dikirimin email buat pengisian berkas+tugas yang bakalan gue kerjain. Setelah menerima email, tanpa panjang lebar gue langsung isi CV yang tinggal gue pindahin dari dokumen CV pas SKEMA tahun lalu. Gak butuh waktu lama, cuman sekitar 30 menit, CV pun selesai. Nah hari besoknya, pendaftar dikabarin kalau bakalan ada tugas tambahan. Nah, tugas itu disesuaikan dengan pilihan bidang masing-masing.Waktu itu, gue masih bingung, mau daftar bidang Advokasi atau Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat). Disatu sisi, gue tertarik banget sm kajian dan aksi-aksi tentang isu nasional yang bersifat politik, dan disisi lain, gue juga tertarik banget buat ngurusin advokasi mahasiswa,khususnya mahasiswa FHUI. Tapi, setelah dengan pertimbangan yang sangat matang, akhirnya gue daftar di Bidang Kastrat sebagai pilihan 1 dan Bidang advokasi sebagai pilihan 2. Setelah fix nentuin bidang, gue harus ngerjain tugas buat bidang kastrat, yaitu 2 (dua) buah essay singkat dengan judul : (1). Analisis Permasalahan Minyak dan Gas dan (2) Konsep Propaganda Kreatif Menurut Perkembangan Mahasiswa Masa Kini. Meskipun sempat tertatih-tatih, nyari bahan sana-sini, dan konsultasi dengan rekan seperjuangan, Ichsan dan Alfath, akhirnya essaypun jadi. Lumayan lah, meskipun masih banyak kekurangan. Abis itu, segera gue kirim CV+Tugas pas H-1 sebelum pendaftara ditutup. Tahap selanjutnya setelah itu, gue harus ngelewatin proses wawancara. Selasa, 21 Februari 2012, sekitar jam 19.30, gue akhirnya dapet giliran wawancara dengan Kadep Kastrat (Bang Rozi) dan Wakadep Kastrat (Mba Oneng) . Hampir satu jam wawancara berlangsung, dan finally selesai juga proses rekrutmennya. Walhasil, setelah wawancara, ya otomatis gue tinggal nunggu pengumuman, apakah gue  lolos sebagai staf atau nggak.
      Hari ini, Jum'at, 24 Februari 2012, BEM FHUI 2012 melalui akun resmi twitternya @BEM_FHUI merilis nama-nama staf yang lolos seleksi. Dan, alhamdulillah, gue termasuk satu dari 12 orang yang lolos sebagai Staf Dep.Kastrat. Senang campur ragu, haha. Senang karena cita-cita gue sejak awal kuliah yang pengen masuk BEM akhirnya terwujud, tapi gue juga ragu karena didepan mata, sudah menunggu banyak issue yang harus segera disikapi, ex: Pemilihan Rektor UI, ataupun #saveUI yang masih saja ngetrend akhir-akhir ini. Tapi, diluar semua itu, gue sadar bahwa tanggung jawab menjadi seorang Pengurus BEM, bukan hanya dari bagaimana nantinya berkontribusi dalam setiap program kerja, tapi juga bagaimana gue bisa memberikan contoh yang baik kepada mahasiswa yang lain :D.... 
       Secara pribadi, satu hal yang pasti, bahwa cita-cita gue untuk terus aktif  berorganisasi akhirnya terwujud. Gue berkomitmen bahwa satu tahun kedepan , gue akan berkontribusi semaksimal mungkin, dan yang pasti bakalan terus belajar untuk menggali dan meningkatkan potensi diri. Peluang dan tantangan sudah ada di depan mata, dan  semuanya akan bergantung pada diri gue sendiri, seberapa besar komitmen dan keikhlasan gue dalam menjalaninya. Semoga gue tetep terus istiqomah dan terus semangat dalam berkontribusi, dan yang pasti Semoga Allah Swt, selalu memberikan barokaj, karunia dan petunjuk-Nya dalam setiap aktifitas yang akan gue lakuin kedepannya. 

-Bismillahirrahmanirrahim, Sejarah Itu Akan Dimulai Hari Ini-

Rabu, 22 Februari 2012

Galau Cita-Cita

Entah kenapa akhir-akhir ini selalu kepikiran, setelah lulus nanti gue mau jadi apa ya? pikiran itu seakan terus membayangi, mengingat memang tidak sampai 5 tahun ke depan gue udah bener-bener terjun ke masyarakat dan  harus nentuin mau kerja apa serta melakukan aktivitas apa. Memang, sejak kecil gue selalu pengen jadi Hakim , entah kenapa profesi Hakim itu membuat gue kesemsem karena kalo lagi sidang pake toga yang warnanya macem-macem, merah, ijo, atau biru. Namun, makin dewasa, cita-cita gue makin kompleks, karena ternyata menjadi Hakim tidak segampang yang gue kira. Butuh kewibawaan yang tinggi dan wawasan yang luas dalam menjalankan profesi ini. Nah muncullah ide di benak gue untuk bercita-cita jadi Anggota DPR. Memang sih, jadi anggota DPR itu 'kasarnya' kita gak butuh pendidikan yang tinggi-tinggi amat. Bayangin aja, banyak kok anggota DPR yang hanya tamatan SMA, bukan perguruan tinggi. Ya, sampai sekarang gue masih tetep pada keyakinan gue kalo suatu saat nanti gue insya Allah bisa jadi Anggota DPR. Cita-cita itu semoga masih tetap eksis di benak dan tujuan gue. amin. Makanya saat ini, buat mewujudkan impian gue itu, gue insya Allah ngambil Program Kekhususan (PK) 5 - Hukum Tata Negara - di FHUI. Alasannya sederhana, biar nanti suatu saat kalo benar-benar cita-cita gue ini terwujud, gue udah tau gimana caranya mengatur negara melalui lembaga legislatif. semoga, semoga, semoga. amin

Konsep Propaganda Kreatif Menurut Pergerakan Mahasiswa Kekinian

          Perkembangan pergerakan mahasiswa saat ini, menurut saya telah berkembang dengan pesat. Kini, pergerakan tidak hanya dilakukan lewat aksi turun ke jalan semata seperti halnya ketika hal itu terjadi pada tahun 1966 ataupun dalam proses reformasi pada tahun 1998. Namun, perkembangan sistem propaganda yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa saat ini, telah menunjukkan bahwa pergerakan itu telah berkembang dan lebih dinamis. Perkembangan yang saya maksud disini adalah perkembangan pola pikir mahasiswa yang lebih kreatif dan mengakibatkan pula pada sistem propaganda mahasiswa yang lebih kreatif pula dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, sistem propaganda yang dilakukan oleh para aktivis mahasiswa biasanya hanya melalui orasi ataupun seminar-seminar. Namun, saat ini bisa kita lihat bahwa teknik propaganda tersebut sudah mulai ‘tersaingi’ oleh teknik propaganda kreatif. Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat, telah menyebabkan mahasiswa berpikir lebih kreatif untuk menciptakan suatu propaganda, misalnya melalui kegiatan kreatif, gambar, poster, ataupun melalui dunia maya seperti facebook,twitter dan lain-lain. Sebagai contoh, hal yang pernah dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia pada tahun 2011 yang lalu, adalah dengan menyapu halaman gedung KPK dengan harapan KPK mampu menyapu bersih semua tindakan korupsi di Indonesia. Masyarakatpun memberikan apresiasi yang positif terhadap propaganda kreatif mahasiswa UI tersebut. Hal ini telah menunjukkan bahwa teknik propaganda kreatif sudah menjadi tuntutan di masa kini.
            Melihat perkembangan propaganda kreatif tersebut, jelas dibutuhkan suatu konsep yang baik untuk mewujudkan tujuan dari adanya propaganda tersebut. Konsep yang dimaksud adalah bagaimana proses propaganda itu dimulai dengan adanya suatu komitmen yang baik dari pelakunya. Ini jelas merupakan bagian dari niat awal kita untuk melakukan propaganda. Setelah itu kita harus mempersiapkan amunisi yang baik, dalam hal ini berupa berita atau bahan dari propaganda tersebut. Bahan propaganda disini harus meliputi validitas data, pengemasan isu, pengemasan bahasa yang lebih mudah dicerna oleh khalayak ramai, dan juga pengemasan tampilan yang kreatif. Pengemasan tampilan yang kreatif bisa kita konkritkan seperti melalui design gambar yang unik dan eye-catching sehingga menarik perhatian massa. Karena memang, tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini, masyarakat sangat menginginkan adanya suatu konsep propaganada yang lebih memberikan makna kreatifitas di dalamnya daripada hanya dilakukan dengan cara yang biasa. Selanjutnya, satu hal yang sangat penting juga menurut saya adalah bagaimana kita berpikir bahwa proses propaganda itu harus dimulai dari akhir, dimulai dari kita mengetahui sasaran tembak kita seperti apa. Hal ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana teknik propaganda kreatif yang bisa kita terapkan nantinya.
                 Intinya, konsep propaganda kreatif mahasiswa di masa kini, adalah bagaimana kita mampu memaksimalkan segala macam media yang ada maupun memaksimalkan perkembangan teknologi informasi. Selain itu, propaganda yang efektif dan efisien itu adalah bagaimana kita mampu menyampaikan pesan kita kepada objek propaganda tersebut, sehingga pada akhirnya bukan kita (orang yang mempropaganda) yang bergerak, namun masyarakatlah yang bergerak atas kesadaran mereka sendiri. Dan hal itu bisa terwujud dengan membangun konsep propaganda dan kesadaran masyarakat melalui kemasan yang cantik dan kreatif tanpa mengurangi substansi daripada propaganda tersebut. Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia... !!!

Rabu, 25 Januari 2012

Real Madrid, Nasibmu Kini.....

Selama lebih dari satu abad lamanya, Real Madrid tak sekadar membangun tradisi sebagai raksasa dengan banyak gelar juara dan rekor, tapi memberi kontribusi bagi pengembangan sepakbola Spanyol, Eropa, dan dunia. Real Madrid !!??!! seluruh penggila sepakbola di jagad raya ini, tidak ada yang tak mengenal Real Madrid. Klub kaya yang berisi banyak pemain kelas dunia ini adalah peraih juara 9 kali Liga Champions dan puluhan gelar Juara La Liga. Tidak salah kalau banyak orang yang mengidolakan tim ini. Saya pun demikian, diantara banyak tim-tim kuat di dunia ini, Real Madrid-lah yang sangat menarik perhatian saya. Dengan segudang prestasi ditambah dengan permainan cepat dan keras ala "Makassar"-nya membuat saya jatuh hati (cielah, haha) pada tim ini. 


Memang saat ini, performa El Real tidak seperkasa 4-5 tahun yang lalu. Makin hari permainan yang ciamik sudah mulai tidak terlihat. Saya tidak tau apa penyebab dari semua ini, yang jelas sejak ditangani Jose Mourinho, permainan Madrid agak berubah. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya Real Madrid menumbangkan musuh bebuyutan, Barcelona. Tapi diluar semua itu, saya akan tetap jadi Madridista sejati yang akan terus mendukung Real Madrid. #halaMadrid

Sabtu, 07 Januari 2012

Remaja dan Permasalahannya di Masa Kini


Indonesia adalah negara yang saat ini sedang mengalami proses perkembangan. Pembangunan sedang digiatkan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi pun saat ini sedang mengalami kenaikan, walaupun tidak signifkan. Namun, ada satu hal yang akan mengganggu kemajuan di berbagai bidang itu, yakni permasalahan generasi muda Indonesia yang  semakin memprihatinkan. Generasi muda identik dengan yang namanya remaja. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Permasalahan remaja saat ini telah menjadi fenomena yang menarik untuk diperbincangkan, terutama mengenai penyebab dari permasalahan itu. Dalam sebuah analisis, disebutkan penyebab dari permasalahan remaja saat ini, antara lain adalah :
  • Ketidakstabilan emosi.
  • Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  • Senang bereksplorasi.
  • Mempunyai banyak fantasi dan khayalan
  • Kecenderungan membentuk kelompok dan berkelompok.
Banyaknya permasalahan remaja saat ini, menjadikan banyak ahli dalam bidang psikologi yang menyebutnya sebagai masa krisis. Pada masa ini, perubahan terjadi secara drastis dan mengakibatkan terjadinya kondisi psikis yang belum mantap yang dialami oleh para remaja
Dalam essay ini, akan ada analisis beberapa permasalahan remaja yang berkembang saat ini, yakni terjadinya pergaulan bebas, pengaruh NARKOBA, banyaknya anak yang putus sekolah dan pengaruh rokok.
A. Pergaulan Bebas
Globalisasi telah berkembang pesat dan pengaruh terhadap Negara Indonesia adalah terjadinya perubahan dan saling tukar informasi dengan berbagai negara. Salah satu bentuk globalisasi adalah westernisasi. Westernisasi menciptakan budaya baru di Indonesia. Salah satunya budaya pergaulan bebas. Banyaknya informasi mengenai kehidupan barat dijadikan sebagai pedoman bagi para remaja. Mereka tidak peduli dengan baik atau buruknya budaya tersebut terhadap dirinya. Semakin terbukanya arus informasi mempermudah bagi para remaja untuk mengikuti kehidupan di barat. Ditambah lagi dengan pergaulan antarteman yang semakin tidak sehat.
Saat ini kita dihadapkan oleh perilaku remaja yang melakukan hubungan seks di luar nikah. Dalam lingkungan yang memiliki norma dan nilai, hubungan seksual di luar nikah tidak dibenarkan. Hubungan seks di luar nikah tersebut termasuk perilaku menyimpang karena dianggap telah melanggar norma yang ada dalam masyarakat. Para remaja yang kurang mendapatkan pembekalan agama dan kurang mempertimbangkan dampak negatif dari hubungan seks di luar nikah tersebut bisa terpengaruh oleh media massa terutama televisi yang menyajikan berbagai acara yang dapat merangsang pertumbuhan seksual remaja.
Berikut adalah tabel tentang perilaku seksual remaja SMP dan SMU :   

B. Pengaruh Narkoba
Narkoba merupakan salah satu permasalahan remaja yang cukup serius. Tidak sedikit remaja yang terjerumus oleh narkoba. Alasannya karena diajak teman ataupun hanya sekedar coba-coba, dan akhirnya malah terjerumus. Bukan hal yang mudah untuk lepas dari pengaruh narkoba. Biasanya pecandu harus mejalani masa rehabilitasi yang cukup lama untuk terbebas dari narkoba.
Banyak dampak yang diakibatkan oleh narkoba, baik fisik maupun psikis. Selain itu dari penggunaannya dapat menularkan virus yang sangat berbahaya, yaitu HIV. Sebab, Direktur R.S. Marzuki Mahdi, Dr. Amir Hussein Anwar, menyatakan ada sekitar 500.000 pengguna narkoba jarum suntik di Indonesia terkena HIV positif. Akibat lain dari penggunaan narkoba adalah dapat merubah perilaku seseorang, biasanya pecandu narkoba lebih temperamental dan emosional.
Berikut adalah tabel penggunaan narkoba di Indonesia, yang diantaranya, sekitar 70% dari total pecandu narkoba tercatat sebagai anak usia sekolah, antara 14-20 tahun :
Inilah hal sangat mengkhawatirkan, karena mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa ini di masa mendatang. Melihat keadaan remaja saat ini, entah bagaimana masa depan Indonesia. Kalau bukan mereka, siapa lagi yang akan mengemban tanggung jawab dalam menjalankan negeri ini. Karena pemuda adalah gambaran bangsa ini di masa yang akan datang.

C. Anak Putus Sekolah
Putus sekolah merupakan salah satu permasalahan remaja yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain.
Salah satu penyebab yang paling populer adalah dikarenakan kondisi ekonomi yang menimpa keluarganya. Penduduk negara kita semakin banyak, tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang maksimal, mengakibatkan banyaknya pengangguran. Oleh karenanya, banyak penduduk yang dikategorikan tidak mampu. Anak dari kalangan tidak mampu inilah yang kemudian banyak mengalami putus sekolah. Faktor penyebab yang lain adalah pengaruh lingkungan teman sebaya. Seperti contoh, seorang anak diajak oleh temannya untuk bermain game online atau play station pada jam sekolah. Hal ini mengakibatkan anak malas ke sekolah dan akhirnya putus sekolah. Kejadian sepeti ini sangat tidak kita harapkan. Pendidikan generasi muda haruslah diutamakan, karena mereka yang akan mewarisi negara Indonesia yang besar ini. Apa jadinya negara kita kalau dipimpin oleh orang-orang yang tidak berpendidikan karena putus sekolah?
Salah satu solusi yang baik adalah pemerintah membangun Sekolah Rakyat (SR) yang disediakan secara cuma-cuma bagi warga kurang mampu. Di Sekolah Rakyat itu juga harus tersedia fasilitas yang baik dan tenaga guru yang mempunyai SDM baik, sehingga anak-anak yang nantinya akan bersekolah disana akan terjamin kualitasnya. Selain itu, diharapkan juga  orang tua di rumah, memberikan pengawasan yang ketat terhadap si anak. Karena dengan  pengawasan yang ketat dalam hal yang positif seperti itu akan memberikan sebuah proteksi atau perlindungan tehadap anak.

D. Pengaruh rokok
Masalah yang keempat adalah pengaruh rokok. Seorang remaja merokok bisa disebabkan karena pengaruh orang tua. Orang tua bertugas memberikan contoh sikap agar bisa diikuti oleh anaknya. Namun, jika orang tua itu sendiri merokok, secara tidak sengaja mereka memberi contoh kepada anaknya bahwa si anak tersebut boleh merokok.
Remaja bisa juga dikenalkan rokok oleh pergaulan dan temen mainnya. Bisa merokok karena ikut-ikutan temannya atau memang dalam komunitas pergaulannya diharuskan merokok. Remaja masih memiliki pendirian yang labil. Terkadang hanya mengikuti pergaulan teman-temannya. Ditambah lagi remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dimulai dengan coba-coba hingga akhirnya ketagihan. Kebiasaan merokok yang sudah melekat pada diri seorang remaja sulit dihilangkan karena rokok mengandung bahan yang membuat perokok tersebut kecanduan. Selain itu, mungkin remaja mulai merokok karena ingin dibilang gaul. Ada slogan “remaja ga ngerokok berarti kurang gaul”. Meskipun sebagian besar remaja perokok adalah laki-laki, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi para remaja putri untuk menjadi perokok aktif.
Dampak negatif yang ditimbulkan rokok bagi para remaja :
1.      Mudah terkena penyakit pernapasan karena sejak dini sudah menjadi perokok
2.      Menjadi kecanduan karena rokok mengandung bahan yang bersifat canda dan sulit dilepaskan dalam keadaan apapun
3.      Harga rokok yang mahal akan memberatkan seseorang yang tergolong miskin sehingga uang yang seharusnya digunakan untuk keprluan sehari-hari malah digunakan untuk membeli rokok.
 Sebenarnya sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan merokok pada diri seorang remaja. Sebagai solusi, bagi remaja yang belum merokok ada baiknya menghindari lingkungan merokok. Bagi remaja yang sudah terlanjur merokok sebaiknya mengurangi kebiasaan tersebut dan alangkah baiknya jika kebiasaan tersebut bisa hilang. Orang tua juga diharapkan bisa menjadi contoh yang baik kepada anak-anaknya dengan tidak merokok di depan anak-anak mereka.
       Sebagai kesimpulan, Remaja merupakan tonggak masa depan bangsa. Permasalahan yang dialami remaja saat ini merupakan kewajiban kita semua, terutama pemerintah, untuk mengatasinya. Remaja haruslah mendapatkan pendidikan moral yang baik. Pergaulan bebas, banyaknya anak putus sekolah, dan pengaruh narkoba merupakan sedikit dari sekian banyak permasalahan remaja yang dihadapi di masa kini. Solusi yang paling tepat sebenarnya kita kembalikan kepada orang tua. Merekalah yang seharusnya mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan dan pergaulan anaknya. Namun, harus diakui, tanggung jawab yang besar dari pihak keluarga haruslah sejalan dengan peran pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat, agar kedepannya masalah remaja bisa teratasi, paling tidak dalam jangka pendek bisa diminimalisir.

sumber : Tugas OKK Kelompok. (Andi,Ditdo,Wahyu,Herischa,Dani)

Sedikit cerita dari Palembang

    Dua hari yang lalu, gue berkesempatan buat jalan ke Kota Pempek,Palembang. Ini pengalaman pertama gue menginjakkan kaki di Pulau Sumatera, Alhamdulillah :D.Gak lama, cuman 2 hari disana, tapi sudah ada beberapa cerita yang bisa gue sampaikan lewat tulisan ini.
   Hari pertama, gue nyampe di Palembang sekitar jam 19.00. Abis itu langsung dibawa ke Hotel buat istirahat. Walhasil, malam itu gak ada yang gue lakuin selain tidur dan istirahat. Hari kedua, sekitar jam 12 siang gue sempet jalan-jalan buat beli baju dsb, dan abis itu berangkat ke Jakabaring. Palembang saat ini memang terkenal dengan Jakabaring-nya, karena bulan November kemarin jadi tuan rumah SEA GAMES ke-26 bareng sama Jakarta. Di Jakabaring ini, gue bisa ngeliat venue-venue bekas SEA GAMES yang lalu. Sempat juga melintas di depan Wisma Atlet yang begitu besar, dan langsung terbayang wajah Nazaruddin, sang Anggota DPR yang melakukan korupsi terhadap pembangunan Wisma Atlet ini.   Bangunan yang ada disana juga masih terlihat baru dan memiliki corak khas modern yang unik. Namun, satu hal yang sangat gue sayangkan adalah Komplek Olahraga Jakabaring ini terlihat tidak tertata dengan rapi dikarenakan banyaknya puing-puing atau sampah yang masih berserakan dimana-mana. Hal ini membuat gue berpikiran, Apakah biaya trilyunan itu hanya digunakan untuk pembangunan venue yang dipake untuk satu bulan itu saja? Ya semoga dugaan dan pikiran gue itu tidak benar adanya. Semoga pemerintah, khususnya Kemennegpora, memprioritaskan Palembang untuk jadi tuan rumah event-event olahraga nasional maupun internasional, agar bangunan-bangunan yang ada bisa terpakai dan terawat dengan baik.Abis dari Jakabaring, saatnya wisata Kuliner. Apalagi kalau bukan Pempek. Gue termasuk orang yang gak terlalu suka dengan Pempek, tapi pas makan di Kota Asal-nya rasanya bikin ketagihan. Apalagi sama Martabak HAR yang katanya sejak tahun 1947 udah beredar di Palembang, maknyoss tenan haha. Satu lagi, Es Kacang Merah juga jadi andalan nih kalo misalkan jalan-jalan lagi ke Palembang. Wah wisata kuliner di sana bikin gue bisa menikmati masakan nusantara yang rasanya berbeda dengan yang biasa gue makan sehari-hari. 
        Hari ketiga, tempat yang gue kunjungin adalah Jembatan Ampera. Ikon masyarakat Sumsel ini memang begitu megah, apalagi di malam hari. Lampu-lampu dan bangunan di sekitarnya bikin jembatan ini tambah manis dari kejauhan. Disampingnya ada Benteng Kuto Besak yang katanya udah gak boleh lagi dikunjungi oleh umum, yaaah :(....
         Abis dari Jembatan Ampera perjalanan lanjut ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, dan itu artinya saatnya berpisah dan balik lagi ke Jakarta. Gak banyak memang tempat yang gue kunjungin, tapi paling tidak gue berkesimpulan kalau Palembang itu kota besar di Indonesia yang memiliki banyak sekali keunikan dan kekhasan daerahnya. Semoga bisa kembali lagi ke Palembang di lain kesempatan :)

Selasa, 27 Desember 2011

Semester 1 pun berakhir !

       Gak terasa udah satu semester aja gue di FHUI. Waktu berjalan cepet banget.Rasanya baru minggu lalu gue PSAF dan PMH. Dan,kemaren hari terakhir UAS dan itu berarti mulai hari ini LIBUR. Perjalanan satu semester di FHUI sebenernya ngasi gue banyak pengalaman berharga sih. Mulai dari ikut kegiatan PSAF,PMH,STI, ikut kepanitiaan beberapa acara, dan tentu saja Kuliah. Ya intinya, lambat tapi pasti, gue udah berusaha beradaptasi dengan kehidupan kampus, dari sisi pengalaman akademis, organisasi/kepanitiaan maupun politisnya.
     
       Pengalaman Akademis dulu deh.Kuliah itu gak kerasa banget deh, apalagi di FHUI. Kalo Kelas Reguler, kuliah mulai jam 8 pagi dan pasti selesai sebelum jam 2 siang. Itu karena jam 2 siang ada anak paralel yang masuk kelas. Wah ga seperti SMA deh yang pelajarannya full 5 hari dan sampe jam 3 pula. Gue ngerasa bebas dalam nentuin agenda ataupun kegiatan lain. Jadi lebih mandiri lah istilahnya. Perkuliahan di FHUI juga menurut gue bagus. Dosennya cerdas, tapi kadang ada juga yang ngeselin, mungkin dosennya lagi "GAK MOOD" kali ya. Dan , UAS kemaren jadi titik puncak perjuangan akademis gue di semester satu ini. Ada tujuh mata kuliah yang gue ambil : Ilmu Negara, Pengantar Ilmu Hukum,Pengantar Hukum Indonesia,MPKT, MPK Inggris, MPKO Futsal, Antropologi Budaya. yaa over all, gue ngerasa gak salah memilih beberapa mata kuliah yang memang sesuai dengan minat gue.Semoga hasil UAS kemaren bisa ngebantu lah untuk dapet IP Maksimal , amin....
      
       Kalo pengalaman organisasi/kepanitiaan, di semester 1 ini gue ikut beberapa kepanitiaan. Awal banget gue diamanahin jadi PJ Acara Baksos Angkatan 2011, trus jadi Staff Acara Pagelaran Rakyat-Talkshow Kaum Marginal. Dan di semester 1 ini juga gue kepilih jadi Duta Kemahasiswaan PERMA BEM UI 2011. Jobdesk gue di Duta Kemahasiswaan 3 yang ngurusin masalah latihan dan advokasi atlet Olimpiade FHUI. Lanjut abis itu gue ikutan Sekolah Kepemimpinan Mahasiswa (SKEMA) yang diadain sama Dept.Polkum BEM FHUI 2011. Acaranya Live-in di Desa Ciareteun Ilir, Bogor selama 3 hari 2 malam. Kalo organisasi, gue daftar ikutan LKMO-nya LK2, dan lulus alhamdulillah. Lanjut abis itu, gue daftar di Serambi Muda, Indonesia Law Debate Society (ILDS), dan Recht Futsal Club (RFC). Gue juga rencana mau daftar KOPMA, jadi anggota Pasif. Jadi, kalo ditotal, gue ikut 2 BO (LK2-Kopma) dan 3 BSO (Serambi, RFC, ILDS). Cukup banyak sih, tapi Insya Allah, gue bakalan belajar manajemen waktu buat ngatur kegiatan.

      Nah, kalo pengalaman politis, ya begitulah. Ini kali pertama gue ngerasain adanya aroma politik kampus yang hebat dan kompleks. Akhir tahun ini, udah kepilih BEM dan BPM untuk masa jabatan 2012. Pengalaman di Bulan November-Desember ini ngajarin gue banyak banget. Susah buat dijelasin. Intinya, dalam politik itu kita butuh komitmen dan ketelitian. Ketelitian disini maksud gue adalah kita gak bisa menyimpulkan sesuatu itu dari luar aja, tapi harus di cek lagi secara mendalam, karena politik itu pasti ada kepentingan yang mengawalinya. Jadi ya harus lebih hati-hati dalam bertindak.

      Intinya, semester 1 ini gue melewati banyak pengalaman. Mungkin kalo dilihat itu biasa-biasa aja, tapi bagi gue ini udah cukup untuk adaptasi menuju kehidupan kampus yang jauh lebih berat lagi kedepannya.harapan gue sih, ya semoga nanti di semester 2 bisa lebih baik dalam mengatur jadwal kuliah dan organisasi/kepanitiaan. Dan tentu saja bisa terus berprestasi. Amin  

Kamis, 15 Desember 2011

Selamat kepada Pemimpin Baru FHUI

Setelah proses perjalanan Pemilu yang begitu melelahkan, kemarin, 15 Desember 2011, telah resmi terpilih Anggota BPM FHUI 2012 dan Ketua - Wakil Ketua BEM FHUI 2012.

Sekitar pukul 20.00, hasil perhitungan suara untuk BPM resmi selesai. Hasil menunjukkan bahwa keempat calon Anggota BPM FHUI 2012, memenuhi persyaratan suara yang telah ditentukan untuk menjadi anggota BPM terpilih. Selamat saya ucapkan buat :
       1. Mba Putri Bilqish (FHUI 2009)
       2. Bang Omar Muhammad (FHUI 2009)
       3. Bang Ahmad Lutfi F (FHUI 2010)
       4. Dien Iqbal (FHUI 2011)
Harapannya semoga BPM 2012 ini bisa lebih mewakili aspirasi mahasiswa FHUI dan Program Kerja kedepannya lebih memberikan akses yang besar bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi maupun pendapatnya.

Sekitar pukul 23.00, hasi perhitungan suara untuk BEM resmi selesai. Hasil akhir perhitungan suara adalah :
       1. Bang Ali Abdillah - Bang Alldo Fellix J     : 892 suara
       2. Bang Bisma K - Bang Ray                       : 342 suara
Dengan demikian pasangan Bang Ali-Bang Alldo dinyatakan sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FHUI 2012 terpilih.
Harapannya semoga BEM 2012 ini bisa menjalankan fungsi eksekutifnya dengan baik. CItra FHUI ada di tangan abang-abang sekalian. Proker yang selama ini disampaikan dalam Kampanya dan Debat, harus direalisasikan dengan baik.

Semoga Anggota BPM dan Ketua-Wakil Ketua BEM FHUI 2012 yang terpilih bisa mengemban amanah dengan baik dan profesional, serta semoga diberikan kesehatan oleh Allah Swt dalam menjalankan tugas-tugas dan amanah yang besar ini... FHUI JAYA !

Sabtu, 10 Desember 2011

Mahasiswa Baru dan "Bulan Panas" di Akhir Tahun

Tulisan ini saya tulis tepat H-1 pelaksanaan pemungutan suara Pemilu FHUI 2012. Mahasiswa baru (MABA) merupakan masa dimana seorang memulai perannya sebagai seorang mahasiswa, setelah berkutat sekian lama menjadi seorang siswa, baik di tingkat SD,SMP, maupun SMA. MABA juga biasa diidentikkan dengan seorang mahasiswa yang belum mengetahui apa-apa tentang keadaan kampus, belum mengerti pergerakan kampus, dan belum beradaptasi secara maksimal dengan kehidupan kampus.
 Dan saat ini, tibalah kita dalam Bulan Panas di akhir tahun, bulan dimana adanya pertarungan politik di kampus –sebut saja Universitas Indonesia- ,tidak bisa dipungkiri akan memberikan dampak baik itu positif maupun negatif terhadap seluruh elemen, termasuk seorang mahasiswa baru.Dalam konteks ini , karena saya adalah mahasiswa FHUI angkatan 2011, saya akan berbicara mengenai pemilihan Ketua BEM FHUI 2012 dari kacamata saya sebagai seorang MABA. Saya dan teman-teman angkatan 2011 baru merasakan dunia kampus sejak 5 bulan yang lalu. Banyak sekali hal-hal yang memberikan efek ‘shock’ kepada kami, setelah  melihat dan menyadari berbagai kenyataan yang saat ini dan akan kami hadapi kedepannya. Termasuk perkembangan politik kampus. Dalam pemilihan Ketua BEM FHUI 2012 ini, ada 2 (dua) calon kandidat, yang pertama adalah pasangan Bang Ali-Bang Alldo dan pasangan Bang Bisma-Bang Ray.Kedua pasangan ini , menurut saya , memiliki obsesi yang sama-sama kuat untuk membawa BEM FHUI 2012 lebih baik, dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Banyak sekali isu-isu yang berkembang dalam proses Pemilu ini yang kejelasannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. itu wajar, sebagai bagaian dari politik. Hal inilah yang menurut saya adanya pembelajaran politik yang kurang dari masing-masing kandidat. Kami, mahasiswa baru, yang notabene juga seorang mahasiswa jelas memiliki hak untuk memilih dalam proses Pemilu BEM FHUI 2012 ini. Di satu sisi, banyak yang beranggapan bahwa Maba itu dapat menjadi “LUMBUNG SUARA” karena keadaannya yang tidak tahu apa-apa dan terkesan polos. Pada dasarnya, seorang MABA juga adalah seorang yang berpendidikan dan sedikit banyak mengetahui hal-hal yang bersifat politis. Dalam kenyataannya memang, tidak ada paksaan apapun bagi kami dalam menentukan sikap untuk memilih salah satu kandidat. Namun, poin penting disini adalah bukan bagaimana kami menentukan sikap dan pilihan kami, akan tetapi bagaimana pencerdasan politik yang diberikan oleh para kandidat kepada kami sebagai MABA. Kenapa menurut saya pencerdasan politik kemudian menjadi suatu hal yang penting, karena sebagai seorang mahasiswa baru, jelas kami membutuhkan pengalaman dalam hal-hal seperti ini. Perjalanan akademis maupun politis kami di kampus bukan akan berakhir esok pagi, namun masih membutuhkan waktu 4 sampai 5 tahun ke depan. Pencerdasan politik yang baik dan logis dari para kandidat jelas akan memberikan kedewasaan berpikir kepada kami dalam menentukan sikap, sehingga ketika kedepannya kami yang mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan di FHUI, maka kami telah siap dengan segala macam tindakan politik yang akan kami alami. Pun juga ketika kami nantinya akan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Harapan kami sebagai seorang Maba, bahwasanya para kandidat memberikan pencerdasan dan pemahaman politik yang baik dan logis kepada kami, sehingga pada akhirnya nanti, suatu saat,  kita bisa menerapkan sistem yang lebih baik lagi. Bulan panas di akhir tahun ini, semoga bukan menjadi alasan bagi kita untuk terpecah belah. Politik itu memang adalah pilihan, tapi biarkanlah politik itu menjadi sebuah pilihan yang konsekuensinya harus kita terima dengan sebaik-baiknya. Hidup 2011 :) Selamat mencontreng ya......... Semoga terpilih Ketua BEM FHUI yang terbaik . :)