Sabtu, 07 Januari 2012

Sedikit cerita dari Palembang

    Dua hari yang lalu, gue berkesempatan buat jalan ke Kota Pempek,Palembang. Ini pengalaman pertama gue menginjakkan kaki di Pulau Sumatera, Alhamdulillah :D.Gak lama, cuman 2 hari disana, tapi sudah ada beberapa cerita yang bisa gue sampaikan lewat tulisan ini.
   Hari pertama, gue nyampe di Palembang sekitar jam 19.00. Abis itu langsung dibawa ke Hotel buat istirahat. Walhasil, malam itu gak ada yang gue lakuin selain tidur dan istirahat. Hari kedua, sekitar jam 12 siang gue sempet jalan-jalan buat beli baju dsb, dan abis itu berangkat ke Jakabaring. Palembang saat ini memang terkenal dengan Jakabaring-nya, karena bulan November kemarin jadi tuan rumah SEA GAMES ke-26 bareng sama Jakarta. Di Jakabaring ini, gue bisa ngeliat venue-venue bekas SEA GAMES yang lalu. Sempat juga melintas di depan Wisma Atlet yang begitu besar, dan langsung terbayang wajah Nazaruddin, sang Anggota DPR yang melakukan korupsi terhadap pembangunan Wisma Atlet ini.   Bangunan yang ada disana juga masih terlihat baru dan memiliki corak khas modern yang unik. Namun, satu hal yang sangat gue sayangkan adalah Komplek Olahraga Jakabaring ini terlihat tidak tertata dengan rapi dikarenakan banyaknya puing-puing atau sampah yang masih berserakan dimana-mana. Hal ini membuat gue berpikiran, Apakah biaya trilyunan itu hanya digunakan untuk pembangunan venue yang dipake untuk satu bulan itu saja? Ya semoga dugaan dan pikiran gue itu tidak benar adanya. Semoga pemerintah, khususnya Kemennegpora, memprioritaskan Palembang untuk jadi tuan rumah event-event olahraga nasional maupun internasional, agar bangunan-bangunan yang ada bisa terpakai dan terawat dengan baik.Abis dari Jakabaring, saatnya wisata Kuliner. Apalagi kalau bukan Pempek. Gue termasuk orang yang gak terlalu suka dengan Pempek, tapi pas makan di Kota Asal-nya rasanya bikin ketagihan. Apalagi sama Martabak HAR yang katanya sejak tahun 1947 udah beredar di Palembang, maknyoss tenan haha. Satu lagi, Es Kacang Merah juga jadi andalan nih kalo misalkan jalan-jalan lagi ke Palembang. Wah wisata kuliner di sana bikin gue bisa menikmati masakan nusantara yang rasanya berbeda dengan yang biasa gue makan sehari-hari. 
        Hari ketiga, tempat yang gue kunjungin adalah Jembatan Ampera. Ikon masyarakat Sumsel ini memang begitu megah, apalagi di malam hari. Lampu-lampu dan bangunan di sekitarnya bikin jembatan ini tambah manis dari kejauhan. Disampingnya ada Benteng Kuto Besak yang katanya udah gak boleh lagi dikunjungi oleh umum, yaaah :(....
         Abis dari Jembatan Ampera perjalanan lanjut ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, dan itu artinya saatnya berpisah dan balik lagi ke Jakarta. Gak banyak memang tempat yang gue kunjungin, tapi paling tidak gue berkesimpulan kalau Palembang itu kota besar di Indonesia yang memiliki banyak sekali keunikan dan kekhasan daerahnya. Semoga bisa kembali lagi ke Palembang di lain kesempatan :)

Selasa, 27 Desember 2011

Semester 1 pun berakhir !

       Gak terasa udah satu semester aja gue di FHUI. Waktu berjalan cepet banget.Rasanya baru minggu lalu gue PSAF dan PMH. Dan,kemaren hari terakhir UAS dan itu berarti mulai hari ini LIBUR. Perjalanan satu semester di FHUI sebenernya ngasi gue banyak pengalaman berharga sih. Mulai dari ikut kegiatan PSAF,PMH,STI, ikut kepanitiaan beberapa acara, dan tentu saja Kuliah. Ya intinya, lambat tapi pasti, gue udah berusaha beradaptasi dengan kehidupan kampus, dari sisi pengalaman akademis, organisasi/kepanitiaan maupun politisnya.
     
       Pengalaman Akademis dulu deh.Kuliah itu gak kerasa banget deh, apalagi di FHUI. Kalo Kelas Reguler, kuliah mulai jam 8 pagi dan pasti selesai sebelum jam 2 siang. Itu karena jam 2 siang ada anak paralel yang masuk kelas. Wah ga seperti SMA deh yang pelajarannya full 5 hari dan sampe jam 3 pula. Gue ngerasa bebas dalam nentuin agenda ataupun kegiatan lain. Jadi lebih mandiri lah istilahnya. Perkuliahan di FHUI juga menurut gue bagus. Dosennya cerdas, tapi kadang ada juga yang ngeselin, mungkin dosennya lagi "GAK MOOD" kali ya. Dan , UAS kemaren jadi titik puncak perjuangan akademis gue di semester satu ini. Ada tujuh mata kuliah yang gue ambil : Ilmu Negara, Pengantar Ilmu Hukum,Pengantar Hukum Indonesia,MPKT, MPK Inggris, MPKO Futsal, Antropologi Budaya. yaa over all, gue ngerasa gak salah memilih beberapa mata kuliah yang memang sesuai dengan minat gue.Semoga hasil UAS kemaren bisa ngebantu lah untuk dapet IP Maksimal , amin....
      
       Kalo pengalaman organisasi/kepanitiaan, di semester 1 ini gue ikut beberapa kepanitiaan. Awal banget gue diamanahin jadi PJ Acara Baksos Angkatan 2011, trus jadi Staff Acara Pagelaran Rakyat-Talkshow Kaum Marginal. Dan di semester 1 ini juga gue kepilih jadi Duta Kemahasiswaan PERMA BEM UI 2011. Jobdesk gue di Duta Kemahasiswaan 3 yang ngurusin masalah latihan dan advokasi atlet Olimpiade FHUI. Lanjut abis itu gue ikutan Sekolah Kepemimpinan Mahasiswa (SKEMA) yang diadain sama Dept.Polkum BEM FHUI 2011. Acaranya Live-in di Desa Ciareteun Ilir, Bogor selama 3 hari 2 malam. Kalo organisasi, gue daftar ikutan LKMO-nya LK2, dan lulus alhamdulillah. Lanjut abis itu, gue daftar di Serambi Muda, Indonesia Law Debate Society (ILDS), dan Recht Futsal Club (RFC). Gue juga rencana mau daftar KOPMA, jadi anggota Pasif. Jadi, kalo ditotal, gue ikut 2 BO (LK2-Kopma) dan 3 BSO (Serambi, RFC, ILDS). Cukup banyak sih, tapi Insya Allah, gue bakalan belajar manajemen waktu buat ngatur kegiatan.

      Nah, kalo pengalaman politis, ya begitulah. Ini kali pertama gue ngerasain adanya aroma politik kampus yang hebat dan kompleks. Akhir tahun ini, udah kepilih BEM dan BPM untuk masa jabatan 2012. Pengalaman di Bulan November-Desember ini ngajarin gue banyak banget. Susah buat dijelasin. Intinya, dalam politik itu kita butuh komitmen dan ketelitian. Ketelitian disini maksud gue adalah kita gak bisa menyimpulkan sesuatu itu dari luar aja, tapi harus di cek lagi secara mendalam, karena politik itu pasti ada kepentingan yang mengawalinya. Jadi ya harus lebih hati-hati dalam bertindak.

      Intinya, semester 1 ini gue melewati banyak pengalaman. Mungkin kalo dilihat itu biasa-biasa aja, tapi bagi gue ini udah cukup untuk adaptasi menuju kehidupan kampus yang jauh lebih berat lagi kedepannya.harapan gue sih, ya semoga nanti di semester 2 bisa lebih baik dalam mengatur jadwal kuliah dan organisasi/kepanitiaan. Dan tentu saja bisa terus berprestasi. Amin  

Kamis, 15 Desember 2011

Selamat kepada Pemimpin Baru FHUI

Setelah proses perjalanan Pemilu yang begitu melelahkan, kemarin, 15 Desember 2011, telah resmi terpilih Anggota BPM FHUI 2012 dan Ketua - Wakil Ketua BEM FHUI 2012.

Sekitar pukul 20.00, hasil perhitungan suara untuk BPM resmi selesai. Hasil menunjukkan bahwa keempat calon Anggota BPM FHUI 2012, memenuhi persyaratan suara yang telah ditentukan untuk menjadi anggota BPM terpilih. Selamat saya ucapkan buat :
       1. Mba Putri Bilqish (FHUI 2009)
       2. Bang Omar Muhammad (FHUI 2009)
       3. Bang Ahmad Lutfi F (FHUI 2010)
       4. Dien Iqbal (FHUI 2011)
Harapannya semoga BPM 2012 ini bisa lebih mewakili aspirasi mahasiswa FHUI dan Program Kerja kedepannya lebih memberikan akses yang besar bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi maupun pendapatnya.

Sekitar pukul 23.00, hasi perhitungan suara untuk BEM resmi selesai. Hasil akhir perhitungan suara adalah :
       1. Bang Ali Abdillah - Bang Alldo Fellix J     : 892 suara
       2. Bang Bisma K - Bang Ray                       : 342 suara
Dengan demikian pasangan Bang Ali-Bang Alldo dinyatakan sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FHUI 2012 terpilih.
Harapannya semoga BEM 2012 ini bisa menjalankan fungsi eksekutifnya dengan baik. CItra FHUI ada di tangan abang-abang sekalian. Proker yang selama ini disampaikan dalam Kampanya dan Debat, harus direalisasikan dengan baik.

Semoga Anggota BPM dan Ketua-Wakil Ketua BEM FHUI 2012 yang terpilih bisa mengemban amanah dengan baik dan profesional, serta semoga diberikan kesehatan oleh Allah Swt dalam menjalankan tugas-tugas dan amanah yang besar ini... FHUI JAYA !

Sabtu, 10 Desember 2011

Mahasiswa Baru dan "Bulan Panas" di Akhir Tahun

Tulisan ini saya tulis tepat H-1 pelaksanaan pemungutan suara Pemilu FHUI 2012. Mahasiswa baru (MABA) merupakan masa dimana seorang memulai perannya sebagai seorang mahasiswa, setelah berkutat sekian lama menjadi seorang siswa, baik di tingkat SD,SMP, maupun SMA. MABA juga biasa diidentikkan dengan seorang mahasiswa yang belum mengetahui apa-apa tentang keadaan kampus, belum mengerti pergerakan kampus, dan belum beradaptasi secara maksimal dengan kehidupan kampus.
 Dan saat ini, tibalah kita dalam Bulan Panas di akhir tahun, bulan dimana adanya pertarungan politik di kampus –sebut saja Universitas Indonesia- ,tidak bisa dipungkiri akan memberikan dampak baik itu positif maupun negatif terhadap seluruh elemen, termasuk seorang mahasiswa baru.Dalam konteks ini , karena saya adalah mahasiswa FHUI angkatan 2011, saya akan berbicara mengenai pemilihan Ketua BEM FHUI 2012 dari kacamata saya sebagai seorang MABA. Saya dan teman-teman angkatan 2011 baru merasakan dunia kampus sejak 5 bulan yang lalu. Banyak sekali hal-hal yang memberikan efek ‘shock’ kepada kami, setelah  melihat dan menyadari berbagai kenyataan yang saat ini dan akan kami hadapi kedepannya. Termasuk perkembangan politik kampus. Dalam pemilihan Ketua BEM FHUI 2012 ini, ada 2 (dua) calon kandidat, yang pertama adalah pasangan Bang Ali-Bang Alldo dan pasangan Bang Bisma-Bang Ray.Kedua pasangan ini , menurut saya , memiliki obsesi yang sama-sama kuat untuk membawa BEM FHUI 2012 lebih baik, dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Banyak sekali isu-isu yang berkembang dalam proses Pemilu ini yang kejelasannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. itu wajar, sebagai bagaian dari politik. Hal inilah yang menurut saya adanya pembelajaran politik yang kurang dari masing-masing kandidat. Kami, mahasiswa baru, yang notabene juga seorang mahasiswa jelas memiliki hak untuk memilih dalam proses Pemilu BEM FHUI 2012 ini. Di satu sisi, banyak yang beranggapan bahwa Maba itu dapat menjadi “LUMBUNG SUARA” karena keadaannya yang tidak tahu apa-apa dan terkesan polos. Pada dasarnya, seorang MABA juga adalah seorang yang berpendidikan dan sedikit banyak mengetahui hal-hal yang bersifat politis. Dalam kenyataannya memang, tidak ada paksaan apapun bagi kami dalam menentukan sikap untuk memilih salah satu kandidat. Namun, poin penting disini adalah bukan bagaimana kami menentukan sikap dan pilihan kami, akan tetapi bagaimana pencerdasan politik yang diberikan oleh para kandidat kepada kami sebagai MABA. Kenapa menurut saya pencerdasan politik kemudian menjadi suatu hal yang penting, karena sebagai seorang mahasiswa baru, jelas kami membutuhkan pengalaman dalam hal-hal seperti ini. Perjalanan akademis maupun politis kami di kampus bukan akan berakhir esok pagi, namun masih membutuhkan waktu 4 sampai 5 tahun ke depan. Pencerdasan politik yang baik dan logis dari para kandidat jelas akan memberikan kedewasaan berpikir kepada kami dalam menentukan sikap, sehingga ketika kedepannya kami yang mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan di FHUI, maka kami telah siap dengan segala macam tindakan politik yang akan kami alami. Pun juga ketika kami nantinya akan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Harapan kami sebagai seorang Maba, bahwasanya para kandidat memberikan pencerdasan dan pemahaman politik yang baik dan logis kepada kami, sehingga pada akhirnya nanti, suatu saat,  kita bisa menerapkan sistem yang lebih baik lagi. Bulan panas di akhir tahun ini, semoga bukan menjadi alasan bagi kita untuk terpecah belah. Politik itu memang adalah pilihan, tapi biarkanlah politik itu menjadi sebuah pilihan yang konsekuensinya harus kita terima dengan sebaik-baiknya. Hidup 2011 :) Selamat mencontreng ya......... Semoga terpilih Ketua BEM FHUI yang terbaik . :)

Rabu, 07 Desember 2011

Tentang Kota Kecil, Kampung Halamanku.



Kampung Halamanku : Kota Sengkang.

Kota Sengkang adalah Ibukota Kabupaten Wajo yang merupakan salah satu kota kecil yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Sengkang terkenal dengan dua hal, yaitu sebagai Kota pengahasil Sutera sehingga dijuluki sebagai "Kota Sutera" dan sebagai Kota dimana terletak sebuah Pondok Pesantren tertua di Sulawesi Selatan yaitu Ponpes As'adiyah, sehingga dijuluki sebagai "Kota Santri".Jumlah penduduk Kota Sengkang berdasarkan sensus penduduk tahun 2002 adalah sebesar 52.786 jiwa dengan tingkat kepadatan sebesar 1.415 jiwa/km dan dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,29% pertahun. Jarak dari Makassar ke Kota Sengkang sekitar +- 180 km, menghabiskan waktu 4 jam perjalanan darat. Di Kota ini terkenal dengan Danau Tempe, yang merupakan satu dari 4 danau terbesar di Pulau Sulawesi. Di Danau Tempe ini dapat kita jumpai Rumah Terapung. Kehidupan masyarakat Wajo yang sangat dinamis dan ramah, menjadikan daerah ini menjadi sasaran utama bagi investor maupun wisatawan.  Slogan masyarakat Wajo adalah : 

              MARADEKA TO WAJOE , ADE'NA NAPOPUANG

(Merdeka-lah orang-orang Wajo, Adat yang dipertuankan)

Anak Wajo yang punya !!!

Kenalan dulu deh :)

Nama lengkap gue Andi Aulia Rahman, panggilan Andi. Kalo di rumah gue biasa dipanggil Aulia. Gue lahir di Ujung Pandang, 17 Oktober 1993. Dilahirkan dari orangtua yang dua-duanya keturunan Bugis asli. Pekerjaan Ayah adalah seorang Hakim,  dan Ibu adalah seorang PNS . Anak pertama dari dua bersaudara, adik gue sekarang umurnya 17 tahun,SMA kelas XI. Sejak lahir, gue tinggal di sebuah Kota yang terletak di bagian utara Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.Namanya Kota Sengkang.  Gue menamatkan pendidikan dasar di kota ini, yaitu di TK.Pertiwi Cab.Sengkang (1997-1999) dan SDN No. 2 Unggulan Kab.Wajo (1999-2005). Jadi, jangan heran kalo misalkan gue sangat fasih bahasa Bugis. Karena kebetulan ayah gue pindah kerja ke Jakarta pas banget setelah lulus SD, jadinya gue ngelanjutin SMP di Jakarta, tepatnya di SMPN 107 Jakarta.(2005-2008). Lalu kemudian lanjut ke SMAN 28 Jakarta (2008-2011). Dan, sekarang sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia(2011-...........). Saat ini tinggal di daerah Jagakarsa, tepatnya di Jalan Kebagusan III No.36 RT.02/05 Jakarta Selatan.